Pengakuan Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga Terkait Insiden Tampar Murid Merokok

Viral Kepala Sekolah Diduga Menampar Siswa yang Ketahuan Merokok
Viral Kepala Sekolah Diduga Menampar Siswa yang Ketahuan Merokok

Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga Banten, tengah ramai disorot usai tindakannya yang menampar muridnya berisinial ILP. Tindakan kekerasan itu dilakukan kepala sekolah lantaran IL ketahuan merokok di lingkungan sekolah.

Insiden tersebut membuat orang tua IL marah dan tak terima dengan tindakan kepsek tersebut. Alhasil orang tua ILP berencana untuk melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.

"Saya tidak ikhlas, tidak ridho anak saya ditampar. Pokoknya akan saya bawa ke jalur hukum, karena tidak terima," kata Tri Indah Alesti ibunda ILP, Senin 13 Oktober 2025.

Akibat insiden ini juga membuat siswa SMAN 1 Cimarga Kabupaten Lebak Banten mogok sekolah pada Senin 13 Oktober kemarin. Aksi mogok ini merupakan bentuk protes terhadap kepala sekolah yang diduga menampar rekan mereka karena ketahuan merokok.

Menyusul dengan insiden yang terjadi pada Jumat pekan lalu, kepala sekolah Dini Fitria angkat bicara. Dirinya menjelaskan biduk perkara yang membuatnya melakukan tindakan tersebut.

Insiden ini bermula saat dirinya memergoki ILP tengah berada di kantin sekolah dengan rokok di tangannya.

”Kejadiannya dia lagi goreng-goreng di dalam warung kantin kecil itu, di belakang IPL ini ngerokok. Ngerokok di tangannya keliatan saya jarak 20-30 meter suara kenceng wajar jaraknya deket. ’ngapain kamu’ keliatan ngerokok.  Udah gitu keliatan ngerokok, saya nggak tau ya dia kaget atau bagimana berpapasan dengan mata saya dengan matanya dia,”kata dia dikutip dari tayangan YouTube TvOne, Selasa 14 Oktober 2025.

Lebih lanjut, diungkap Dini ILP yang ketahuan olehnya kemudian lari dan dikejarnya. Dia kemudian menginterogasi ILP terkait dengan rokok tersebut namun dibantah sang siswa saat itu.

”Di tangannya rokok ngebul lari dia ’ngerokok kamu’ ini saya apa adanya ya ’ngerokok kamu’ (dia) lari ke sini, ke sini. Saya kejar di sini ada teman-temannya termasuk sepupunya. IPL ke sini ke depan rokoknya udah nggak ada (saya tanya) mana tadi rokok (dia jawab) saya nggak ngerokok. Saya emosi saya khilaf,” ujarnya.

Dini sendiri  mengaku memang menampar ILP itu. Namun dijelaskannya bahwa tindakannya saat itu spontan lantaran kesal melihat muridnya merokok di lingkungan sekolah.

”Saya keplek (tampar) tapi nggak ada merah-merah acan, keplek secara spontan. Tapi saya bukan membela diri, saya marah sambil gemetar,” kata dia.

Di sisi lain, Dini membantah tudingan dari ILP yang menyebeut bahwa dirinya menendang muridnya. Namun dia mengaku hanya mencubit bagian belakang punggung siswa itu.

”Tendangan? Nggak, nggak nendang ketik di sini (punggung) itu cuman dua kali. Ini satu (tampar di pipi) di sini (pinggang) satu. Di keplek dulu, nah saya gini bukan nenandang, nggak kena fisiknya saking nahan emosinya pak

Sementara itu ILP mengungkap bahwa insiden penamparan itu terjadi saat dirinya tengah berada di belakang warung. Saat itu dirinya yang ketahuan tengah merokok sempat diminta untuk mencari puntung rokok oleh sang kepala sekolah.

”Saya di belakang warung ngerokok, otomatis saya lari, buanng rokok. Terus saya disuruh cari sama kepala sekolah tapi nggak ketemu ’bohong’ kata kepala sekolah,” kata dia.

Diungkap ILP kepala sekolah yang saat itu emosi sempat menendang dirinya.

”nggak lama kepala sekolah emosi terus saya ditendang sekali di kaki,” sambung dia.

Sementara itu, insiden penamparan itu terjadi saat dirinya diajak ke ruang BK.

”Saya dibawa ke ruangan BK di situ masih marah lagi. Saya ditampar pipi kanan, satu kali sambil emosi, abis itu nangis Bu gurunya. Udah enggak ada lagi ,” ujar dia.