Respons Sekda Lebak soal Lulusan SMAN 1 Cimarga Ramai Di-blacklist Perusahaan

blacklist, SMAN 1 Cimarga, sman 1 cimarga damai, SMAN 1 Cimarga Banten, lulusan sman 1 cimarga diblacklist, Respons Sekda Lebak soal Lulusan SMAN 1 Cimarga Ramai Di-blacklist Perusahaan

Persoalan antara Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Lebak, Banten dan siswa yang sempat ditampar karena ketahuan merokok sudah diselesaikan secara damai.

Namun buntut dari kejadian tersebut, situasi di sekolah dinilai belum sepenuhnya tenang.

Hal itu setelah warganet yang geram melihat para siswa ikut boikot dan membela temannya yang merokok di kelas.

Warganet blacklist lulusan SMAN 1 Cimarga

Warganet lalu meminta agar lulusan SMAN 1 Cimarga dimasukkan dalam daftar hitam (blacklist) oleh sejumlah perusahaan.

Terutama tiga angkatan tahun ini yang sebelumnya melakukan boikot usai temannya ditampar karena ketahuan merokok. 

Kondisi tersebut mendapat respons dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak, Budi Santoso.

Pihaknya mengingatkan agar pihak perusahaan, terutama bagian HRD, tidak mengambil langkah tergesa-gesa hanya karena terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya.

“Tidak boleh begitu, yang namanya orang tidak selamanya begitu. Dan melihat kasus ini harus holistik dong,” ujar Budi Santoso, beberapa waktu lalu.

Budi menjelaskan, tidak semua siswa di SMAN 1 Cimarga terlibat dalam aksi itu. Oleh karena itu, menurutnya tidak adil jika seluruh alumni sekolah tersebut dipukul rata dan dianggap memiliki perilaku negatif.

“Bukan karena anaknya, mungkin ada masalah lain kan, tapi anak-anak harus kita selamatkan, mungkin mereka ikut-ikutan. Masa kita tidak tega,” tambahnya.

Pihaknya menyebut pentingnya kedewasaan dan pemahaman menyeluruh dari semua pihak agar tidak tercipta stigma buruk yang bisa merugikan masa depan siswa.

“Jadi harus paham semua, dan harus dewasa semua melihat persoalan ini,” sambungnya.

Budi juga mengingatkan bahwa perusahaan seharusnya tetap berpegang pada prinsip profesionalisme dalam proses rekrutmen.

“Harus profesional lah, kan mau kerja biasa di tes,” katanya. Ia pun mengajak agar seluruh pihak berhenti saling menyalahkan dan fokus pada upaya memperbaiki situasi pascainsiden.

Berakhir damai

Sebelumnya Kepala SMAN 1 Cimarga dilaporkan oleh orangtua siswa karena diduga menampar murid yang merokok di sekolah.

Laporan tersebut sempat membuat Pemerintah Provinsi Banten menonaktifkan Dini dari jabatannya.

Namun, pada Kamis (16/10/2025), kasus itu resmi berakhir damai. Pertemuan mediasi antara kepala sekolah Dini dan orangtua siswa, Tri Indah Alesti, berlangsung di SMAN 1 Cimarga.

Perdamaian juga disaksikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Sekda Lebak, serta perwakilan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Dalam suasana haru, keduanya saling memaafkan dan berpelukan.

Artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.