Sarwendah Terancam Diboikot Usai Viral Ngomong Kata Kasar di Live Medsos, Netizen: Mental Aman?
Perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas dan menjadi sorotan publik di media sosial. Hubungan pasca-perceraian yang sebelumnya terlihat berjalan tenang, kini justru berubah menjadi konflik terbuka yang ramai diperbincangkan.
Apalagi, usai muncul berbagai potongan video live streaming yang viral dan memicu reaksi keras warganet.
Sebagaimana diketahui, ketegangan tersebut bermula dari isu penghentian nafkah bulanan yang disebut mencapai Rp 225 juta. Pihak Ruben Onsu dikabarkan memutuskan untuk menghentikan pemberian tersebut karena merasa tidak mendapat akses yang adil untuk bertemu dengan anak-anaknya.
Sementara itu, pihak Sarwendah membantah tudingan tersebut dan menegaskan tidak pernah menghalangi hubungan antara ayah dan anak. Perbedaan pernyataan ini kemudian membuat situasi semakin panas di ruang publik.
Konflik yang awalnya hanya sebatas isu rumah tangga itu kemudian melebar ke media sosial. Dalam beberapa cuplikan live streaming yang beredar luas di TikTok dan Instagram, Sarwendah terlihat meluapkan emosinya saat menanggapi komentar netizen terkait nafkah dari mantan suaminya.
Ia sempat menyinggung nominal uang yang selama ini menjadi perbincangan publik. “Oh my God! Rp200 juta apa sih, berapa sih Rp 200 juta,” ujarnya dalam salah satu potongan video yang viral.
Tak hanya itu, pernyataan Sarwendah juga memicu kontroversi karena dianggap menyinggung isu sensitif ketika ia menyebut istilah “cong” dalam konteks yang kemudian menuai kritik publik. “(Buat apa) mengharapkan laki-laki apalagi cong,” katanya.
“Dulu gue juga nggak bisa bedain antara laki-laki sama cong, sekarang gue udah bisa bedain laki-laki sama cong.”
Puncak kemarahan publik terjadi saat sesi live shopping bersama kekasihnya, Giorgio Antonio. Dalam situasi yang penuh tekanan akibat komentar netizen, Sarwendah melontarkan kata-kata kasar yang kemudian viral dan menuai kecaman luas.
“Gue juga enggak butuh duit elo, anj*ng!”
Ucapan tersebut langsung memicu gelombang reaksi negatif dari warganet. Banyak yang menilai bahwa sikap Sarwendah sudah tidak mencerminkan etika sebagai figur publik, terlebih di tengah konflik yang masih menjadi perhatian publik.
Tak lama setelah video itu beredar, muncul seruan boikot terhadap produk-produk yang dipromosikan atau dijual dalam sesi live shopping Sarwendah. Kolom komentar di akun penjualannya mulai dipenuhi ajakan untuk berhenti membeli sebagai bentuk protes atas ucapan tersebut.
Sebagian netizen menilai tindakan boikot sebagai bentuk “sanksi sosial”, sementara yang lain mengingatkan agar publik tidak menyeret konflik ini terlalu jauh karena dapat berdampak pada anak-anak dari kedua pihak.
"Lepas juga topengnya," kata netizen di kolom komentar.
"Hari ini dia gak berani live ataupun buat story IG, mental aman Wendah?" komentar yang lain.
"Pas sama ruben image dia di mata gue ibu peri, pas sama si itu jadi mak lampir. Maap," tulis yang lain.
"Deg-degan pasti ini Sarwendah, takut ga dapet cuan banyak lagi kalau udah diboikot, si Ruben kan sering nongol di TV, jadi banyak yang nonton dan dukung dia, apa lah jadinya kalau ntar Sarwendah live ga jalan mau dapet uang dari mana," komentar netizen.