Pesulap Merah Sebut Tak Ada Niat Sudutkan Sarwendah usai Konten Gunung Kawi Viral

Pesulap Merah atau Marcel Radhival
Pesulap Merah atau Marcel Radhival

 Ramainya pembahasan soal ritual di Gunung Kawi belakangan memunculkan berbagai spekulasi di media sosial. Situasi semakin memanas setelah nama sejumlah figur publik ikut terseret, termasuk Sarwendah.

Di tengah kontroversi tersebut, Pesulap Merah akhirnya buka suara setelah membuat kontel membongkar ritual pesugihan di Gunung Kawi. Pemilik nama asli Marcel Radhival tersebut menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki niat untuk menyudutkan siapa pun melalui konten tersebut. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Pesulap Merah, video yang ia buat murni berangkat dari rasa penasaran sekaligus permintaan banyak netizen yang sejak lama meminta dirinya mengulas fenomena spiritual di lokasi tersebut. Ia pun menegaskan dirinya tidak berada di pihak mana pun dalam polemik yang kini berkembang.

“Saya enggak memihak satu orang atau satu sisi doang,” tandas Pesulap Merah dalam konferensi pers yang dikutip dari Instagramnya pada Selasa, 19 Mei 2026.

Marcel menjelaskan, dirinya memang sudah lama menerima banyak permintaan untuk membahas praktik-praktik yang dipercaya sebagian orang berkaitan dengan pesugihan di Gunung Kawi. Banyak publik penasaran apakah ritual di tempat itu benar-benar berkaitan dengan tumbal atau hanya sekadar mitos yang berkembang dari mulut ke mulut.

“Memang kan udah lama ya banyak yang ng-request saya untuk bongkar pesugihan di Gunung Kawi sebenarnya apa gitu, beneran pakai tumbal atau enggak dan semacamnya,” ujar Marcel.

Karena rasa penasaran itu, ia akhirnya datang langsung ke lokasi untuk melihat situasi sebenarnya. Dalam kunjungannya tersebut, Marcel melakukan wawancara dengan seorang kuncen yang dianggap mengetahui aktivitas ritual di kawasan Gunung Kawi.

Namun, Marcel justru mengaku terkejut ketika sang kuncen dengan santai menyebut nama sejumlah artis hingga politikus tanpa menggunakan inisial. Nama-nama itu kemudian ramai diperbincangkan publik setelah videonya viral di media sosial.

“Setelah saya ngobrol-ngobrol sama kuncen dan luar biasanya kuncennya ini memang enggak pakai inisial-inisial. Ketika ditanya dia ceplos-ceplos aja,” katanya.

Meski begitu, Pesulap Merah mengaku tidak langsung percaya begitu saja terhadap seluruh pernyataan yang disampaikan narasumbernya. Ia bahkan menduga ada kemungkinan beberapa figur publik yang disebut sebenarnya hanya datang untuk kebutuhan syuting atau wisata budaya biasa.

“Saya ragu kemungkinan apa jangan-jangan ini dia datang ke sana memang syuting doang dan memang di syutingnya itu ada adegan gitu kali mungkin terus disalahartikan,” ujarnya.

Menurut Marcel, masyarakat juga perlu memahami bahwa Gunung Kawi bukan hanya dikenal sebagai tempat ritual spiritual, tetapi juga menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang cukup populer. Karena itu, ia meminta publik tidak buru-buru menilai seseorang melakukan pesugihan hanya karena pernah datang ke lokasi tersebut.

Dalam penjelasannya, Marcel juga menyoroti kemungkinan adanya praktik penggunaan nama tokoh terkenal untuk menarik perhatian pengunjung. Ia menduga ada pihak tertentu yang sengaja membawa nama artis agar orang-orang semakin percaya dengan ritual yang ditawarkan di sana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Nah ini kan bisa jadi pembelajaran jangan-jangan kuncen-kuncen sana memang menjual nama-nama itu ke orang-orang yang datang,” ucapnya.

Selain membahas soal penyebutan nama artis, Pesulap Merah juga mengaku menerima banyak cerita dari masyarakat yang merasa dirugikan secara finansial setelah mengikuti ritual tertentu di Gunung Kawi. Beberapa di antaranya bahkan mengaku terus diminta membayar ritual berulang kali tanpa hasil yang jelas.