Perubahan Identitas Diri Jadi Penyebab Grey Divorce, Ini Kata Psikolog
Perubahan identitas diri karena pensiun termasuk penyebab terjadinya grey divorce pada pasangan lanjut usia. Grey divorce adalah perceraian yang terjadi pada pasangan berusia lebih dari 50 tahun, dengan masa pernikahan lebih dari 20 tahun.
Adapun identitas diri berubah dari yang sebelumnya adalah seorang "suami" dan "ayah pekerja" atau "istri" dan "ibu pekerja", menjadi "suami" dan "ayah" atau "istri" dan "ibu".
Bahkan, identitas pasangan lanjut usia bisa berubah menjadi sekadar "suami" dan "istri" ketika anak sudah dewasa dan tinggal terpisah karena sudah memiliki kehidupan sendiri.
Perubahan identitas diri karena pensiun, bikin grey divorce?
Kehilangan harga diri dan rasa percaya diri
Perubahan identitas diri setelah pensiun bisa menyebabkan grey divorce jika pasangan tidak saling memahami dan berusaha menyelesaikan konflik.
Psikolog klinis sekaligus pendiri Cup of Stories, Fitri Jayanthi, M.Psi. mengatakan, perubahan identitas ketika pensiun memiliki dua tipe.
“Tipe yang pertama adalah ketika mereka pensiun, mereka banyak yang kehilangan harga diri dan kepercayaan diri,” ujar Fitri saat dihubungi Kompas.com pada Selasa (7/10/2025).
Mereka kehilangan harga diri dan rasa percaya diri karena sebelumnya diakui oleh orang lain karena jabatannya, pekerjaannya, dan/atau gajinya.
Namun, saat sudah pensiun, mereka tidak mendapat pengakuan sebesar sebelum pensiun. Ditambah lagi, karena sudah di rumah saja, banyak anggota keluarga yang akan meminta tolong untuk dibantu.
“Meminta hal-hal yang mungkin sepele, misalnya tolong antar ke sini atau tolong belikan ini dan itu. Itu membuat harga dirinya turun,” kata Fitri.
“Jika orang ini tidak melihatnya dari sudut pandang yang baik, dia merasa bahwa dia seperti sedang diinjak-injak harga dirinya,” sambung dia.
Padahal, jika orang tersebut melihat dari sudut pandang positif, ia akan merasa bahwa dirinya masih berguna seperti sebelum pensiun karena masih ada yang meminta bantuannya.
“Melihat dari sudut pandang negatif dapat membuat ketidaknyamanan dalam diri, dan akhirnya timbul konflik dalam hubungan rumah tangga,” terang Fitri.
Ingin menyenangkan diri sendiri
Perubahan identitas diri setelah pensiun bisa menyebabkan grey divorce jika pasangan tidak saling memahami dan berusaha menyelesaikan konflik.
Tipe kedua adalah yang ingin menyenangkan diri sendiri melalui aktivitas yang disukai. Sebab, mereka sudah menghabiskan cukup banyak waktu untuk bekerja sebelum pensiun.
Keinginan untuk memanfaatkan waktu pensiun sebagai momen untuk bersenang-senang berasal dari terbatasnya waktu untuk melakukannya, mengingat usia yang sudah tidak lagi muda.
Misalnya dengan mengikuti komunitas terkait hobi atau berolahraga dengan teman-teman baru.
“Masalahnya adalah ketika pasangan tidak mendukung karena merasa seharusnya pasangannya memikirkan bikin bisnis apa di usia pensiun, tapi pasangannya malah sibuk dengan aktivitas atau hobinya sendiri sehingga timbul konflik,” jelas Fitri.
Krisis paruh baya usai pensiun
Perubahan identitas diri setelah pensiun bisa menyebabkan grey divorce jika pasangan tidak saling memahami dan berusaha menyelesaikan konflik.
Psikolog klinis dewasa Diandra Ayu Citi Wardhani, M.Psi. menambahkan, Rabu (8/10/2025), suami atau suami dan istri yang pensiun setelah bekerja juga bisa mengalami krisis paruh baya yang lebih rumit.
“Memungkinkan individu mengalami masalah mengenai perubahan kondisi ekonomi, merasa terisolasi secara sosial, dan cenderung sulit menemukan tujuan hidup lagi,” tutur Diandra yang berpraktik di lembaga Ibunda.id dan Pusat Penguatan Karakter dan Konseling (P2K2) Universitas Padjadjaran.
Krisis paruh baya ini juga bisa memengaruhi hubungan pernikahan mereka, terutama ketika keduanya tidak cukup memahami dan merasakan kekhawatiran yang sama.
Bisa tetap harmonis meski identitas diri berubah
Menurut Fitri, perubahan identitas tidak selalu menciptakan konflik yang meruntuhkan keharmonisan rumah tangga sampai berujung pada grey divorce.
Keharmonisan rumah tangga bisa terjaga asal suami dan istri saling mendukung keputusan masing-masing setelah pensiun.
Jika ada perselisihan, masing-masing harus mengetahui apa alasan di balik tindakan masing-masing agar bisa saling memahami.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.