Belajar dari Perceraian Baim-Paula, Ini Cara Hadapi Perubahan Identitas dari Psikolog

psikolog, Baim Wong, Paula Verhoeven, Baim dan Paula, Baim Paula, baim paula cerai, kehidupan pasca perceraian, tips bangkit pasca perceraian, bagaimana menemukan jati diri setelah bercerai, perceraian baim paula, jati diri setelah cerai, pasca-perceraian, pasca-bercerai, Belajar dari Perceraian Baim-Paula, Ini Cara Hadapi Perubahan Identitas dari Psikolog

Perceraian Baim Wong dan Paula Verhoeven memasuki babak baru. Alih-alih terjebak dalam konflik berkepanjangan, Baim memilih untuk berdamai dengan keadaan.

“Buat gue udah selesai, lembaran tutup. Jadi sekarang stop, buat gue yuk Paula kita bahagia. Lo bahagia dengan kehidupan, gue bahagia dengan kehidupan gue,” kata Baim, dilaporkan oleh , Minggu (28/9/2025).

Sikap Baim mencerminkan upaya menemukan kedewasaan emosional dalam menghadapi perpisahan.

Namun, di balik pernyataan “sama-sama bahagia” setelah bercerai, ada tantangan psikologis yang tak sederhana, terutama dengan perubahan identitas dari peran sebagai pasangan hidup menjadi individu lajang atau bahkan orangtua tunggal.

Sejalan dengan itu, psikolog menjelaskan perubahan identitas atau fase transisi pasca-perceraian. Berikut penjelasannya.

Menghadapi perubahan identitas setelah bercerai

Tak mudah, tapi harus dijalani

psikolog, Baim Wong, Paula Verhoeven, Baim dan Paula, Baim Paula, baim paula cerai, kehidupan pasca perceraian, tips bangkit pasca perceraian, bagaimana menemukan jati diri setelah bercerai, perceraian baim paula, jati diri setelah cerai, pasca-perceraian, pasca-bercerai, Belajar dari Perceraian Baim-Paula, Ini Cara Hadapi Perubahan Identitas dari Psikolog

Pasca-perceraian, Baim Wong memilih berdamai dan fokus pada kebahagiaan. Psikolog bagikan tips menghadapi perubahan identitas dan menemukan jati diri.

Psikolog Sani Budiantini Hermawan, S.Psi, menyampaikan, perubahan identitas dari suami atau istri menjadi janda atau duda bukanlah hal mudah, serta tergantung pada kesiapan mental.

"Menyandang single atau duda atau janda kan enggak mudah buat orang, memang tergantung kesiapan mental. Ada dua orang yang emang benar-benar mau siap bercerai, jadi jauh lebih mudah, lega, merasa jauh dari konflik, itu bisa terjadi," kata Sani kepada Kompas.com, Selasa (29/9/2025).

Peralihan identitas ini kerap terasa seperti kehilangan pegangan. Namun, fokus utama tetap pada menjalankan peran orangtua yang sehat, bukan sekadar memikirkan status baru sebagai janda dan duda. 

Menurutnya, orang yang sudah bercerai biasanya akan lebih fokus pada fungsi parenting

“Biasanya orang pasca-bercerai, apalagi yang sudah punya anak, lebih fokus kepada parenting, co-parenting, di mana kedua orangtua tetap berperan dalam membesarkan anak. Jadi ketika anak dalam co-parenting enggak ada masalah, biasanya kecil kemungkinan ke depannya ribut,” jelas Sani.

Kendati demikian, dengan pendekatan yang tepat, fase transisi ini justru bisa menjadi jalan untuk menemukan diri yang lebih kuat dan independen.

"Siapa tahu justru malah mereka mencapai satu kebutuhan, atau keinginan kalau dalam perkawinan gitu. Misalnya kayak tadi ingin berkarir, ingin kebutuhan yang lain-lain," lanjutnya. 

Dengan kata lain, perubahan identitas bukan berarti kehilangan jati diri. Justru di titik inilah seseorang belajar menyeimbangkan peran baru sebagai individu lajang sekaligus orangtua yang bertanggung jawab.

Tips menemukan jati diri setelah bercerai

psikolog, Baim Wong, Paula Verhoeven, Baim dan Paula, Baim Paula, baim paula cerai, kehidupan pasca perceraian, tips bangkit pasca perceraian, bagaimana menemukan jati diri setelah bercerai, perceraian baim paula, jati diri setelah cerai, pasca-perceraian, pasca-bercerai, Belajar dari Perceraian Baim-Paula, Ini Cara Hadapi Perubahan Identitas dari Psikolog

Pasca-perceraian, Baim Wong memilih berdamai dan fokus pada kebahagiaan. Psikolog bagikan tips menghadapi perubahan identitas dan menemukan jati diri.

Sani membagikan beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan agar tidak tenggelam dalam rasa kehilangan, salah satunya fokus pada kelebihan diri. Misalnya kenali lagi potensi yang sempat terabaikan saat berumah tangga.

Kemudian, bangun hubungan sosial, seperti perkuat relasi dengan teman, keluarga, atau lingkungan sekitar.

Tak kalah penting, menjalani hobi atau sekadar aktivitas yang menyenangkan dapat membantu mengembalikan energi positif.

Lalu, perkuat support system. Sejatinya, dukungan dari orang-orang terdekat memberi rasa aman.

Tidak hanya itu, cari bantuan profesional bila diperlukan, seperti konsultasi dengan psikolog, yang mungkin bisa membantu mengurai emosi yang sulit dikelola.

Terakhir, kata Sani, dekatkan diri pada Tuhan atau nilai spiritual. Menemukan makna dari peristiwa bisa memberi ketenangan batin.

Kedewasaan emosional dan makna bahagia pasca-bercerai

Menurut Sani, kebahagiaan setelah perceraian bukan berarti bentuk egoisme, melainkan tanda kedewasaan emosional atau emotional maturity

“Bahagia itu berdamai dengan keadaan dan menerimanya sebagai keputusan terbaik, sehingga tidak ada lagi penyesalan,” katanya.

Dengan kata lain, kebahagiaan pasca-bercerai muncul ketika seseorang mampu melepaskan keterikatan lama, menemukan kembali jati diri, dan menjalani hidup baru dengan lebih mandiri.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.