Mengapa Seseorang Rela Membayar untuk Ditemani? Ini Kata Psikolog

Jasa teman jalan atau teman nongkrong kini muncul di kota besar.
Layanan ini memungkinkan seseorang untuk ditemani menghadiri acara, nongkrong di kafe, atau sekadar berbincang dengan orang asing. Namun, apa motivasi di balik keinginan ini?
Menurut psikolog klinis Yustinus Joko Dwi Nugroho, M.Psi., hal ini terkait dengan kebutuhan manusia akan rasa aman, privasi, dan validasi emosional.
“Banyak orang merasa lebih nyaman membayar jasa teman karena aturannya jelas dan formal. Mereka bisa mendapatkan pendamping tanpa harus menghadapi emosi atau penilaian yang biasa muncul dalam relasi dekat,” jelas Psikolog Joko saat dihubungi Kompas.com, beberapa waktu lalu.
Mengapa seseorang rela membayar orang untuk ditemani?
-
Rasa aman dan privasi
Salah satu faktor utama adalah rasa aman. Ketika menggunakan jasa teman jalan, interaksi dilakukan dalam kerangka aturan yang disepakati.
“Orang merasa lebih aman karena bisa mengatur batasan dan tidak takut dinilai. Ini juga memberi privasi, karena tidak semua cerita bisa diterima oleh teman atau keluarga,” kata Psikolog Joko.
Hal ini juga menjelaskan mengapa beberapa orang merasa lebih nyaman curhat pada orang asing.
Tanpa riwayat emosional atau pengalaman masa lalu, pengguna bisa bercerita apa saja dengan jujur.
Interaksi ini bebas dari penilaian subjektif yang biasanya muncul dari orang dekat.
-
Validasi emosional tanpa beban
Selain rasa aman, kebutuhan akan validasi emosional menjadi motivasi lain.
“Orang ingin didengar, divalidasi perasaannya, dan merasa pengakuan tanpa komentar subjektif. Ini membantu mereka mengurangi stres dan rasa sepi sementara," kata Psikolog Joko.
Dalam psikologi, validasi ini penting karena manusia memiliki kebutuhan untuk merasa dimengerti dan diterima.
Layanan teman jalan memberi peluang untuk mendapat validasi tanpa harus berurusan dengan dinamika emosional kompleks yang ada dalam relasi pribadi.
-
Bentuk coping instan bukan solusi permanen
Meskipun memberi kenyamanan, Psikolog Joko menekankan bahwa membayar untuk ditemani adalah coping instan.
“Ini hanya mengurangi rasa sepi sementara, tapi tidak menyelesaikan akar masalah. Masalah inti tetap ada, dan tanpa menghadapinya, rasa cemas atau kesepian bisa kembali,” ujarnya.
Kesepian berkepanjangan juga bisa berdampak pada kesehatan fisik, seperti kualitas tidur menurun, penurunan imunitas, dan risiko penyakit meningkat.
Oleh karena itu, membangun hubungan autentik dengan orang terdekat tetap menjadi solusi jangka panjang.
-
Aktivitas dan kebutuhan sosial
Selain validasi dan keamanan, jasa teman jalan juga membantu pengguna menghadiri aktivitas sosial yang terasa canggung jika dilakukan sendiri, seperti datang ke pernikahan, reuni, atau nongkrong di kafe.
Layanan ini mengurangi rasa canggung, memberi teman sementara yang dapat mendampingi, dan membantu menjaga citra sosial tanpa tekanan emosional.
Fenomena membayar jasa teman jalan menunjukkan kebutuhan manusia akan interaksi yang aman dan terkendali. Menurut
Psikolog Joko, layanan ini efektif untuk mengurangi kesepian sementara, tetapi bukan pengganti hubungan jangka panjang atau dukungan emosional dari keluarga dan teman dekat.
“Rasa nyaman sesaat bisa diperoleh, tapi validasi paling sehat tetap datang dari hubungan yang tulus dan autentik,” tutupnya.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.