Kapan Waktu Ideal Ngemil Bareng Anak untuk Membangun Bonding? Ini Kata Psikolog

psikolog anak, bonding time dengan anak, tips parenting anak, snacking time bersama anak, kapan waktu ideal ngemil bareng anak, snacking time, kapan waktu terbaik snacking time dengan anak, manfaat ngemil bareng anak, Kapan Waktu Ideal Ngemil Bareng Anak untuk Membangun Bonding? Ini Kata Psikolog

Momen snacking time atau ngemil bareng anak menjadi waktu berharga untuk membangun kedekatan emosional. Namun sebenarnya, kapan waktu terbaik untuk melakukannya?

"Kalau mengikuti panduan dari dokter tumbuh kembang anak, itu pasti kan kita bikin snacking time itu jangan diberikan waktu dekat makan malam. Nanti dia makan malam udah enggak mau makan," jelas Anastasia Satriyo, M.Psi., psikolog anak dan play therapy, dalam peluncuran Lexus edisi spesial BT21, di Jakarta, Jumat (10/10/2025).

Namun, dari aspek psikologis, waktu ngemil bareng anak yang ideal tidak hanya ditentukan oleh jadwal makan, tetapi juga bonding time antara orangtua dan anaknya. 

Berikut penjelasan Anastasia tentang waktu ideal ngemil sekaligus membangun bonding dengan anak lewat snacking time

Waktu terbaik ngemil bareng ana

Antara sore menjelang malam

Menurut Anastasia, waktu ngemil yang paling ideal adalah di antara sore menjelang malam, sekitar pukul empat hingga lima sore atau menjelang waktu magrib.

Waktu ini dianggap pas karena anak biasanya baru pulang dari sekolah dan membutuhkan waktu untuk recharge setelah seharian beraktivitas.

"Nah momen pas mereka untuk recharge (mengisi ulang) dan recovery (pemulihan), snacking time di sore hari, mungkin di jam empat atau lima sore atau menjelang magrib gitu," jelasnya.

Dari aspek psikologis, momen ini juga penting untuk memberi ruang pada anak melepaskan emosi dan cerita setelah melalui hari yang panjang.

"Otak anak itu kapasitasnya buat menampung pengalaman sehari-hari kecil banget, mirip kayak kapasitas cangkir kecil. Jadi makanya kenapa mereka habis ngalamin apa di sekolah, hari itu mereka butuh cerita," tambahnya.

Tidak perlu lama, yang penting bermakna

Bagi sebagian orangtua, menyiapkan waktu khusus untuk ngemil bersama anak bisa terasa sulit di tengah kesibukan.

Namun, Anastasia menekankan bahwa yang penting bukan lamanya waktu, melainkan kualitas interaksi di dalamnya.

"Jadi yang kita butuhan adalah ketika 15 menit tuh kita kayak lagi show time, kayak oke apapun masalahnya, nemenin dia dulu, mindful dulu, baru ngurusin yang lain lagi," ungkapnya.

Dalam praktiknya, momen ngemil ini bisa diisi dengan hal sederhana, misalnya, saling bertanya kabar hari ini, mengamati warna camilan yang dimakan, atau sekadar tertawa bersama.

"Anak-anak itu kan sangat melihat sesuatu itu konkret dari yang kelihatan. Ada pendekatan namanya sensory activity, maksudnya apa yang dilihat, diraba, visual, indera banget, jadi kita bisa kayak 'oh iya ini ada warna apa aja ya, ada kuning, ungu'," jelasnya.

Snacking time juga melatih anak menahan diri

psikolog anak, bonding time dengan anak, tips parenting anak, snacking time bersama anak, kapan waktu ideal ngemil bareng anak, snacking time, kapan waktu terbaik snacking time dengan anak, manfaat ngemil bareng anak, Kapan Waktu Ideal Ngemil Bareng Anak untuk Membangun Bonding? Ini Kata Psikolog

Bonding time dengan anak, kapan waktu terbaik untuk snacking time atau ngemil agar lebih efektif? Ini kata psikolog anak.

Selain memperkuat kedekatan emosional, snacking time atau ngemil juga punya fungsi penting dalam melatih kemampuan anak untuk menahan diri atau delay gratification. 

Menurut Anastasia, kemampuan ini perlu ditumbuhkan sejak dini, agar anak tidak tumbuh dengan pola pikir "semua harus didapat sekarang juga". 

"Jadi porsinya bisa sedikit, satu dibagi dua, yang penting ngobrolnya, dan itu penting banget buat melatih anak kemampuan delay gratification, kemampuan menunda. Enggak apa-apa dibeli, tapi dia tahu makannya hanya boleh satu atau maksimal dua," tuturnya.

Kebiasaan kecil ini bisa membantu anak belajar disiplin dan memahami bahwa kenikmatan bisa ditunda, tanpa harus merasa kekurangan.

Dengan demikian, waktu yang tidak panjang, cukup 10-15 menit di sore hari, orangtua bisa membantu anak beristirahat dari padatnya kegiatan sambil belajar mengelola emosi. 

"Melatih itu enggak tiba-tiba, bisa dari hal kecil sehari-hari di rumah. Jadi snacking time-nya itu kalau bisa jangan terlalu dekat dengan jam makan malam atau sedikit aja, porsinya secukupnya," pungkasnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.