Mengapa Daddy Issues Dialami Masyarakat Indonesia? Ini Kata Psikolog

Daddy issue, tips parenting, daddy issues, daddy issues adalah, peran ayah dalam keluarga, peran ayah dalam pengasuhan anak, tips parenting anak, fenomena daddy issues, Mengapa Daddy Issues Dialami Masyarakat Indonesia? Ini Kata Psikolog

Fenomena daddy issues semakin sering terdengar di masyarakat, termasuk di Indonesia. Istilah ini merujuk pada masalah psikologis anak akibat peran ayah yang tidak hadir secara emosional dan psikologis. 

Meski tidak selalu disadari, kondisi ini disebut cukup banyak dialami masyarakat Indonesia karena faktor budaya dan pola pengasuhan keluarga.

Psikolog keluarga, Sukmadiarti Perangin-angin, M.Psi., menjelaskan, ada beberapa alasan mengapa daddy issues marak di Indonesia, mulai dari persepsi peran ayah hingga dukungan sistem sosial yang belum seimbang.

Mengapa daddy issues dialami masyarakat Indonesia?

Ayah lebih dipandang sebagai pencari nafkah

Daddy issue, tips parenting, daddy issues, daddy issues adalah, peran ayah dalam keluarga, peran ayah dalam pengasuhan anak, tips parenting anak, fenomena daddy issues, Mengapa Daddy Issues Dialami Masyarakat Indonesia? Ini Kata Psikolog

Daddy issues cukup banyak dialami masyarakat Indonesia karena kurangnya peran ayah dalam pengasuhan. Psikolog ungkap penyebab dan dampaknya bagi anak.

Salah satu penyebab utama adalah cara pandang masyarakat terhadap peran ayah. Di banyak keluarga Indonesia, ayah masih dianggap memiliki kewajiban utama sebagai pencari nafkah.

“Peran ayah sering kali dianggap sebagai pencari nafkah, itu menjadi tugas wajib ayah. Salah satunya efeknya, ayah jadi kurang terlibat karena pulang kerja sudah malam dan capek,” jelas Sukmadiarti saat diwawancarai Kompas.com, Senin (8/9/2025).

Kondisi ini membuat kualitas waktu ayah bersama anak menjadi sangat terbatas. Anak lebih sering berinteraksi dengan ibu, sedangkan ayah jarang hadir dalam momen penting kehidupan anak.

“Jadi secara waktu dan juga kualitas waktu sama anaknya jadi enggak maksimal. Dari sisi budaya, Indonesia juga masih menerapkan budaya patriarki,” tambahnya.

Budaya patriarki membatasi peran ayah

Daddy issue, tips parenting, daddy issues, daddy issues adalah, peran ayah dalam keluarga, peran ayah dalam pengasuhan anak, tips parenting anak, fenomena daddy issues, Mengapa Daddy Issues Dialami Masyarakat Indonesia? Ini Kata Psikolog

Daddy issues cukup banyak dialami masyarakat Indonesia karena kurangnya peran ayah dalam pengasuhan. Psikolog ungkap penyebab dan dampaknya bagi anak.

Sukmadiarti menekankan, budaya patriarki masih kuat di Indonesia. Pola pikir ini membuat pengasuhan anak lebih sering dipandang sebagai urusan ibu, sedangkan ayah fokus mencari nafkah.

“Pengasuhan anak sering dianggap urusan ibu, sedangkan nafkah itu urusan ayah. Di lingkungan masyarakat saja sudah di kotak-kotakin begitu,” kata dia.

Contoh sederhana bisa dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Ketika pengambilan rapor sekolah, yang hadir biasanya ibu. Padahal, peran ayah juga sangat diperlukan untuk memberi dukungan pada anak.

“Contoh simpelnya saja, ketika ambil rapor anak, pasti kebanyakan yang ambil ibu, bukan ayah. Lalu, antar anak berobat juga biasanya ibu, karena ayahnya sibuk bekerja,” ujarnya.

Hal ini menunjukkan bahwa keterlibatan ayah sering kali tidak mendapat ruang dalam sistem keluarga maupun masyarakat.

Peran pemerintah dan lingkungan sekolah

Daddy issue, tips parenting, daddy issues, daddy issues adalah, peran ayah dalam keluarga, peran ayah dalam pengasuhan anak, tips parenting anak, fenomena daddy issues, Mengapa Daddy Issues Dialami Masyarakat Indonesia? Ini Kata Psikolog

Daddy issues cukup banyak dialami masyarakat Indonesia karena kurangnya peran ayah dalam pengasuhan. Psikolog ungkap penyebab dan dampaknya bagi anak.

Selain faktor budaya, dukungan dari pemerintah dan institusi pendidikan juga berpengaruh pada kehadiran ayah dalam pengasuhan anak. 

Menurut psikolog yang berpraktik di Semarang, Jawa Tengah ini, regulasi terkait cuti ayah masih terbatas sehingga banyak ayah tidak bisa mendampingi anak pada masa-masa penting.

“Akhirnya, di banyak momen anak, peran ayah itu tidak mendapatkan ruang. Lalu, dari pemerintah juga melonggarkan cuti untuk ayah menemani istri pasca melahirkan atau sekadar hadir di keperluan sekolah anak,” ujarnya.

Meski begitu, beberapa upaya sudah mulai dilakukan. Misalnya, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), meluncurkan program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) untuk mendorong ayah lebih terlibat dalam pengasuhan.

“Belum lama ini, Kemendukbanggajuga menggelar program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) untuk mengaktifkan peran ayah dalam pengasuhan anak yang selama ini hilang,” jelas Sukmadiarti.

Selain itu, sekolah juga dapat berperan aktif dengan melibatkan ayah dalam kegiatan parenting.

“Pihak sekolah juga bisa menginisiasi agar sesi parenting bersama orangtua murid itu dihadiri oleh para ayah, jangan hanya ibu saja. Dengan demikian, baik ayah maupun ibu sama-sama belajar,” sarannya.

Dampak kehadiran ayah bagi anak

Daddy issue, tips parenting, daddy issues, daddy issues adalah, peran ayah dalam keluarga, peran ayah dalam pengasuhan anak, tips parenting anak, fenomena daddy issues, Mengapa Daddy Issues Dialami Masyarakat Indonesia? Ini Kata Psikolog

Daddy issues cukup banyak dialami masyarakat Indonesia karena kurangnya peran ayah dalam pengasuhan. Psikolog ungkap penyebab dan dampaknya bagi anak.

Ketika ayah hadir secara emosional dan fisik, anak akan merasakan dampak positif yang signifikan. 

Mereka merasa dihargai, diprioritaskan, dan lebih percaya diri dalam menjalani kehidupan.

“Anak yang peran ayahnya hadir di momen penting itu bahagia sekali karena merasa diprioritaskan oleh ayahnya. Ini membuat energi anak dan tangki cintanya terpenuhi,” ucap Sukmadiarti.

Dengan keterlibatan ayah yang aktif, risiko daddy issues pada anak bisa ditekan. Anak pun dapat tumbuh dengan emosi yang lebih stabil, memiliki harga diri yang kuat, dan membangun relasi sosial yang sehat.

Fenomena daddy issues di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari budaya patriarki dan minimnya dukungan sistem yang memungkinkan ayah lebih terlibat dalam pengasuhan. 

Namun, dengan kesadaran bersama dari keluarga, sekolah, hingga pemerintah, kehadiran ayah bisa semakin nyata dan memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang anak.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.