Soal Child Grooming, Mengapa Anak-anak Bisa Tertarik pada Orang Dewasa? Ini Kata Psikolog

Aurelie Moeremans, Child grooming, Soal Child Grooming, Mengapa Anak-anak Bisa Tertarik pada Orang Dewasa? Ini Kata Psikolog, 1. Perasaan bangga, 2. Dianggap lebih perhatian, 3. Mencari figur ayah, 4. Merasa lebih diapresiasi

Instilah child grooming belakangan ini ramai dibicarakan setelah aktris Aurelie Moeremans mengungkap secara terbuka mengungkap mengenai pengalaman tersebut.

Aurelie Moeremans menceritakan pengalaman traumatis saat masih berusia 15 tahun tersebut melalui buku memoar yang berjudul Broken Strings.

Dalam buku tersebut, Aurelie memuat kisah di mana sosok laki-laki dewasa bernama Bobby (29), bukan nama sebenarnya, memanipulasi dan mengontrol emosionalnya.

Child grooming adalah perilaku menyimpang di mana seorang dewasa membangun hubungan dengan anak-anak untuk memanipulasi, memengaruhi, bahkan hingga mempersiapkan mereka untuk eksploitasi seksual.

Praktik child grooming kerap luput dari perhatian karena sering kali disamarkan sebagai bentuk perhatian atau hubungan romantis.

Padahal, hal tersebut bisa membahayakan bagi anak yang menjadi korban dan berisiko menimbulkan trauma mendalam hingga dewasa.

Lantas, mengapa anak-anak bisa tertarik dengan orang dewasa?

Menurut Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga Farraas Afiefah Muhdiar, ada beberapa alasan mengapa anak bisa tertarik pada orang dewasa dan menjadi korban child grooming, yakni:

1. Perasaan bangga

Anak-anak memiliki perasaan bangga ketika bisa menjalin hubungan dengan seseorang yang lebih dewasa, terutama yang lebih matang secara ekonomi dan pendidikan.

"Jadi ngerasanya tuh kayak 'Ih keren kok aku bisa pacaran sama orang yang kayak gini yang udah punya ini, udah punya itu'," kata Farras dikutip dari Kompas.com (20/11/2024).

Anak-anak merasa bahwa pasangan yang lebih tua memiliki banyak hal yang tidak dimiliki teman sebayanya, seperti kestabilan ekonomi, perhatian, dan pengalaman hidup yang membuat mereka merasa terkesan.

2. Dianggap lebih perhatian

Karena perbedaan usia dan pengalaman hidup, pria dewasa lebih mampu memberikan perhatian dan rasa aman yang diinginkan anak-anak tersebut.

"Kalau cowok umur 15 tahun itu kan belum yang memperhatikannya, mungkin masih banyak mainnya. Tapi kalau sama pria yang sudah dewasa mungkin Lebih bisa kasih perhatian yang cukup, membuat dia lebih terasa disayang," pungkas Farraas.

Selain itu, orang dewasa yang lebih mapan secara finansial bisa memberikan hadiah-hadiah atau kenyamanan yang bisa sangat menggoda bagi anak-anak.

"Kalau pria yang lebih dewasa lebih mapan, itu kan pasti lebih punya banyak resources buat menyenangkan hati dia, bahasa yang digunakan juga pasti lebih, lebih berpengalaman," jelas Farraas.

3. Mencari figur ayah

Terkadang, anak-anak juga mencari perhatian dari figur ayah, yang mungkin kurang hadir dalam kehidupan mereka.

"Kayak punya isu sama figur ayah, jadi ketika dikasih perhatian sama laki-laki dewasa jadi lebih rentan," jelas Farraas.

Ketika perhatian itu datang dari pria dewasa, mereka dapat dengan mudah tergoda untuk menerima perhatian dari orang yang lebih dewasa.

4. Merasa lebih diapresiasi

Anak-anak tertarik pada orang dewasa bisa karena kebutuhan emosional yang tidak terisi, misalnya tidak pernah diapresiasi.

"Punya isu keluarga, dia punya kebutuhan yang selama ini tidak terisi. Mungkin dia orangtuanya tidak hadir secara emosional," ujar Farraas.

Banyak anak yang tidak merasa cukup dihargai atau diperhatikan oleh orangtua mereka, dan ketika ada seseorang yang bisa memberikan perhatian lebih, mereka merasa dihargai dan dicintai.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul:

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang