Mengapa Curhat ke Orang Asing Kadang Terasa Nyaman? Ini Kata Psikolog

Pernahkah Anda merasa lebih mudah bercerita kepada orang yang baru dikenal daripada teman dekat atau anggota keluarga?
Hal ini semakin terlihat di era modern, terutama di kalangan anak muda dan pekerja urban.
Beberapa orang bahkan rela membayar layanan jasa teman jalan agar bisa berbagi cerita tanpa merasa dinilai.
Menurut psikolog klinis Yustinus Joko Dwi Nugroho, M.Psi., rasa nyaman ini bukan tanpa alasan
“Orang cenderung merasa lebih aman berbagi dengan orang asing karena tidak ada riwayat emosional atau subjektivitas dari masa lalu. Mereka bisa bercerita apa saja tanpa takut dinilai,” kata Psikolog Joko saat dihubungi Kompas.com, Kamis (2/10/2025).
Alasan curhat ke orang asing kadang terasa nyaman
Privasi dan rasa aman
Psikolog Joko menyebut, salah satu alasan utama orang memilih curhat dengan orang asing adalah rasa aman dan privasi.
Dalam hubungan dekat, seperti dengan teman lama atau keluarga, ada ekspektasi, penilaian, dan pengalaman masa lalu yang bisa memengaruhi respon mereka.
Orang yang mendengar curhat bisa memberikan saran berdasarkan bias atau pengalaman pribadi, sehingga tidak sepenuhnya netral.
“Ketika curhat dengan orang yang belum dikenal, semua bersifat baru dan netral. Tidak ada beban sejarah, sehingga seseorang bisa lebih terbuka dan jujur tentang perasaan mereka,” jelasnya.
Hal ini juga terlihat pada layanan jasa teman jalan, di mana seseorang membayar teman sementara untuk menemani kegiatan sosial.
Layanan ini memberi struktur, aturan yang jelas, dan rasa aman, karena pengguna tahu batasan-batasan interaksi sejak awal.
Validasi emosional tanpa penilaian
Selain rasa aman, curhat ke orang asing terkadang juga memberikan validasi emosional yang sering sulit didapatkan dari orang dekat.
“Orang yang menggunakan layanan ini atau curhat pada orang asing biasanya ingin didengar, divalidasi perasaannya, dan merasakan pengakuan tanpa komentar subjektif dari orang yang mereka kenal," ungkap Psikolog Joko.
Validasi ini penting karena manusia memiliki kebutuhan untuk merasa dimengerti dan diterima.
Dalam konteks psikologi, interaksi yang memberi validasi dapat menurunkan stres, kecemasan, dan rasa sepi sementara.
Namun, Psikolog Joko menekankan, ini tetap termasuk bentuk coping instan.
Bukan solusi jangka panjang
Meski memberi kenyamanan sesaat, curhat ke orang asing atau melalui jasa teman jalan bukan solusi permanen untuk mengatasi kesepian atau masalah emosional
“Ini hanya coping jangka pendek. Masalah inti tetap ada, dan tanpa menghadapinya, rasa cemas atau kesepian bisa kembali,” ujar Psikolog Joko.
Kecemasan berkepanjangan atau kesepian yang tidak tertangani bisa memengaruhi kesehatan fisik, seperti kualitas tidur menurun, imunitas menurun, dan risiko penyakit meningkat.
Oleh karena itu, penting untuk tetap membangun hubungan yang sehat dengan orang terdekat sekaligus mencari bantuan profesional bila diperlukan.