Cara Simpan Santan Murni untuk 1 Bulan Tanpa Basi
Santan murni menjadi bahan penting dalam banyak masakan Indonesia, dari rendang hingga kue tradisional.
Namun, masalah klasik yang sering muncul adalah santan cepat basi meski baru sehari disimpan. Jika sudah berubah rasa dan beraroma asam, santan tidak lagi aman dikonsumsi. Agar tidak terbuang percuma, penting mengetahui cara penyimpanan yang tepat.
Dikutip dari buku “25 Masakan Serba Santan” (2020) oleh Garam Media, terbitan Andi Publisher, berikut panduan cara menyimpan santan murni agar awet hingga satu bulan, tanpa mengubah rasa maupun teksturnya.
1. Pisahkan Santan Kental dan Santan Encer
Santan segar biasanya terdiri dari dua lapisan: santan kental hasil perasan pertama, dan santan encer hasil perasan kedua atau ketiga. Sebelum disimpan, pisahkan keduanya ke dalam wadah berbeda.
Langkah ini penting karena santan kental lebih cepat rusak jika disatukan dengan santan encer.
Dengan memisahkannya, kamu bisa menyesuaikan penggunaan sesuai kebutuhan, santan kental untuk masakan gurih seperti opor atau rendang, dan santan encer untuk sayur lodeh atau kolak.
Ilustrasi santan kelapa.
2. Rebus Santan Sebelum Disimpan
Menurut Rizky Wijatmoko, Executive Sous Chef Shangri-La Hotel Jakarta, santan yang ingin disimpan lama sebaiknya dimasak terlebih dahulu.
“Ini bisa dilakukan dengan cara dimasak hingga suhu di atas 63 derajat Celsius selama 15 menit, lalu didinginkan sampai suhu di bawah lima derajat sebelum disimpan di kulkas,” jelas Rizky dalam wawancara bersama Kompas.com (Sabtu, 11/7/2020).
Merebus santan membantu membunuh bakteri yang menyebabkan santan cepat basi, sekaligus menjaga rasa tetap segar saat disimpan lama.
3. Gunakan Wadah Kedap Udara
Santan yang sudah dingin bisa langsung disimpan dalam wadah kedap udara. Pilih wadah berbahan plastik tebal atau aluminium yang kuat menahan cairan berminyak.
Pastikan wadah benar-benar bersih dan kering sebelum digunakan agar tidak terjadi kontaminasi yang mempercepat pembusukan.
Setelah dituangkan, tutup rapat wadah santan, dan hindari membuka tutupnya terlalu sering agar tidak terpapar udara.
ilustrasi santan kelapa.
4. Simpan di Kulkas untuk Pemakaian Singkat
Jika kamu berencana menggunakan santan dalam waktu 1–2 hari, simpanlah di kulkas bagian bawah.
Santan yang disimpan di suhu 4–5 derajat Celsius masih bisa digunakan keesokan harinya tanpa perubahan rasa atau aroma.
Namun, santan tidak disarankan berada di suhu ruang lebih dari dua jam, karena suhu hangat dapat memicu pertumbuhan bakteri dan membuat santan cepat asam.
5. Bekukan di Freezer agar Awet hingga 1 Bulan
Untuk penyimpanan jangka panjang, santan bisa dibekukan di freezer.
Masukkan santan ke dalam wadah kecil atau kantong plastik zip agar mudah diambil sesuai kebutuhan.
Setelah beku, santan bisa bertahan hingga satu bulan tanpa mengubah rasa atau aroma.
Saat hendak digunakan, cairkan santan di suhu ruang atau di kulkas semalaman. Jangan langsung direbus dalam kondisi beku karena dapat menyebabkan santan pecah.
6. Tips Tambahan agar Santan Tetap Segar
- Gunakan kelapa parut segar tanpa sisa kulit ari cokelat untuk hasil santan yang bersih dan tidak cepat basi.
- Hindari menyimpan santan bersama bahan beraroma tajam seperti bawang atau ikan agar tidak menyerap bau.
- Bila ingin hasil lebih awet, tambahkan sedikit garam atau daun pandan saat merebus santan, keduanya berfungsi sebagai pengawet alami.