Keluarga Deden Maulana Ceritakan Usaha Pencarian di Gunung Bulusaraung, Apresiasi Kinerja Tim SAR
Keluarga salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan, menceritakan pengalaman saat mengikuti proses pencarian di Makassar.
Keluarga korban Deden Maulana (43), pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan mengikuti proses pencarian dan evakuasi melibatkan tim SAR gabungan.
Di tengah medan yang sulit, keluarga akhirnya bisa menemukan keberadaan korban, meski sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah korban kemudian disemayamkan di Jakarta sebelum dimakamkan di Jawa Barat.
Keluarga Difasilitasi untuk Mengikuti Proses Pencarian
Dilansir dari Antara, adik ipar Deden Maulana, Asep Hilman Rosadi, mengungkapkan bahwa keluarga difasilitasi untuk berangkat ke Makassar guna mengikuti proses pencarian korban.
"Alhamdulillah kami dari pihak keluarga kemarin difasilitasi untuk bisa berangkat ke Makassar," kata Hilman dalam upacara persemayaman di Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026).
Selama berada di Makassar, Hilman mengaku mendapatkan pelayanan terbaik serta informasi yang akurat dari pihak terkait.
Ia juga menceritakan perjuangannya menempuh perjalanan sekitar 2,5 jam dari bandara, dilanjutkan satu jam menggunakan sepeda motor menuju lokasi.
Kronologi Penemuan Jenazah Deden Maulana
500 yang ditumpangi korban dilaporkan jatuh setelah menabrak gunung tersebut pada Sabtu (17/1/2026) siang.
Jenazah korban ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 14.20 Wita di lereng Gunung Bulusaraung dengan kedalaman sekitar 300 meter.
Identitas jenazah dipastikan setelah dilakukan pemeriksaan post mortem dan ante mortem di Posko DVI Biddokes Polda Sulawesi Selatan di Makassar, Rabu (21/1/2026) malam.
Korban diketahui merupakan pegawai bidang pengelola barang milik negara di KKP dan menjadi salah satu penumpang pesawat ATR milik Indonesia Air Transport (IAT).
Setelah diserahterimakan kepada pihak keluarga, upacara persemayaman Deden Maulana digelar pada Kamis (22/1/2026) dimulai pukul 10.36 WIB dengan pemberian pangkat anumerta sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Apresiasi Keluarga untuk Tim SAR Gabungan
Hilman bersyukur dapat menjemput jenazah sang kakak di Makassar sebelum dimakamkan di Garut, Jawa Barat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi.
Ia menilai dukungan moril dan penanganan terhadap keluarga korban dilakukan secara maksimal.
"Saya juga melihat dengan mata saya sendiri bagaimana para relawan dari Basarnas, TNI, bekerja keras. Dan kami dari pihak keluarga menyadari ternyata memang tidak mudah untuk mengevakuasi para korban," katanya.
KKP Pastikan Hak Keluarga Terpenuhi
KKP memastikan hak keluarga almarhum Deden Maulana terpenuhi, termasuk beasiswa pendidikan bagi anak korban, asuransi, serta perekrutan istri almarhum di lingkungan kementerian tersebut.
"Pak Menteri berpesan untuk putranya, akan diberikan beasiswa sampai perguruan tinggi," kata Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP, Pung Nugroho Saksono, dalam upacara penghormatan terakhir di AUP, Jakarta, Kamis.
Pung juga memastikan istri Deden, Vera, direkrut sebagai pegawai KKP untuk melanjutkan pengabdian almarhum.
Ia menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Deden saat menjalankan tugas negara dalam misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan.
Menurutnya, tugas pengawasan di udara dan laut memiliki risiko tinggi, sehingga setiap personel selalu mendapat pendampingan dalam pelaksanaan operasi.
Atas nama pribadi dan institusi, ia menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi dan jasa Deden Maulana selama bertugas.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang