Top 30+ Jam Bertaruh Nyawa, Tim SAR Evakuasi Jenazah Korban Pesawat ATR di Tebing Bulusaraung

Upaya pencarian dan pertolongan terhadap korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, berlangsung dramatis.
Hingga Selasa (20/1/2026) malam, Tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi dua jenazah dari total 10 orang yang berada di dalam pesawat dengan nomor registrasi PK-THT tersebut.
Kondisi medan yang ekstrem dan cuaca buruk menjadi tantangan utama dalam operasi kemanusiaan ini.
Rappeling di Tebing Terjal 1.353 MDPL
Pesawat yang mengangkut tujuh kru dan tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu ditemukan hancur di lereng Gunung Bulusaraung setelah hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, menjelaskan bahwa proses evakuasi korban pertama membutuhkan teknik khusus karena posisi jenazah yang berada di bibir jurang.
“Tim menurunkan tali sekitar 100 meter ke dasar jurang yang berada dekat dengan serpihan pesawat. Proses turun menggunakan tali dan alat descender memakan waktu sekitar dua hingga tiga menit per orang,” ujar Arif dalam keterangan resminya, Selasa.
Setelah berhasil menjangkau dasar jurang, tim melakukan penyisiran sejauh 200 meter mengikuti celah jalur air.
Korban pertama ditemukan tersangkut di dahan pohon tebing pada ketinggian 1.353 meter di atas permukaan laut (MDPL).
Bertahan di Tengah Ancaman Longsor
Kondisi di lapangan benar-benar menguji fisik para rescuer. Rescuer Basarnas, Rusmadi, menceritakan bagaimana tim harus memutuskan mengubah jalur evakuasi dari semula ke atas menjadi ke bawah menuju pemukiman warga karena faktor keamanan.
“Setelah diskusi, tim memutuskan mengubah arah evakuasi ke bawah menuju kampung terdekat,” jelas Rusmadi.
Namun, perjalanan tersebut terhenti karena cuaca ekstrem. Tim terpaksa bermalam di lereng berbatu yang labil dan berisiko longsor demi menjaga jenazah yang telah dievakuasi.
“Kami harus bertahan di lereng tebing semalaman sambil menjaga jenazah. Hujan deras, kabut tebal, dan dingin membuat kondisi benar-benar tidak bersahabat,” ungkapnya.
Evakuasi Korban Kedua Berjenis Kelamin Perempuan
Jenazah korban kedua pesawat ATR 42-500 yang tiba di Bidokkes Polda Sulsel, Selasa (19/1/2026)
Pada Selasa sore, tim kembali berhasil mengevakuasi korban kedua berjenis kelamin perempuan dari kedalaman 350 meter. Evakuasi dilakukan secara estafet melibatkan 1.075 personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, hingga relawan."Akhirnya, korban kedua berjenis kelamin perempuan berhasil dievakuasi dari kedalaman sekitar 350 meter dengan kondisi medan yang sangat ekstrem,” kata Arif Anwar.
Jenazah kedua tersebut langsung dibawa menuju Posko SAR di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, sebelum akhirnya dilarikan ke RS Bhayangkara Makassar untuk proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.
Daftar Kru dan Penumpang Pesawat IAT PK-THT
Pesawat ini sedang dalam misi penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar. Berikut adalah identitas 10 orang di dalam pesawat:
Kru Indonesia Air Transport (IAT):
- Capt. Andi Dahananto (Pilot)
- SIC FO Yudha Mahardika (Kopilot)
- S/Capt Sukardi (Kopilot Cadangan)
- FOO Hariadi (Pengawas Operasi Penerbangan)
- EOB Junadi (Teknisi)
- FA Florencia Lolita (Pramugari)
- FA Esther Aprilita S (Pramugari)
Pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP):
- Ferry Irawan (Analis Kapal Pengawas)
- Deden Mulyana (Pengelola Barang Milik Negara)
- Yoga Naufal (Operator Foto Udara)
Harapan Keluarga di RS Bhayangkara
Saat ini, suasana haru menyelimuti RS Bhayangkara Makassar. Sejumlah keluarga korban telah berkumpul untuk memberikan data ante mortem kepada tim medis.
Mereka berharap seluruh jenazah dapat segera dievakuasi agar bisa dipulangkan ke rumah duka masing-masing.
Operasi SAR kini dibagi menjadi enam Search and Rescue Unit (SRU) yang difokuskan pada penyisiran darat dan vertical rescue di sekitar titik jatuhnya pesawat.
Selain personel darat, tim juga menggunakan drone thermal dan helikopter untuk memantau titik-titik sulit di lereng Gunung Bulusaraung.
"Operasi ini adalah wujud nyata sinergi dan kemanusiaan. Fokus kami tetap pada pencarian seluruh korban dengan mengutamakan keselamatan tim di lapangan," tutup Arif.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 30 Jam Bersama Jenazah Pesawat ATR, Tim SAR Bertahan di Lereng Longsor
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang