Santri Ponpes Al Khoziny Ditemukan Meninggal dalam Posisi Sujud di Reruntuhan Mushala

Suasana haru terus menyelimuti proses evakuasi korban runtuhnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Tim SAR kembali menemukan sejumlah korban, termasuk seorang santri yang meninggal dunia dalam posisi sujud.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (1/10/2025) malam. Santri tanpa identitas tersebut ditemukan tepat di sisi Haikal (13), salah satu santri yang berhasil diselamatkan dari timbunan puing musala tiga lantai yang roboh.
Pemandangan itu membuat petugas dan relawan terdiam sejenak.
Dalam keheningan yang hanya diisi suara alat berat dan komando penyelamatan, tubuh mungil santri itu diangkat perlahan dari reruntuhan.
“Sabar ya, Nak,” ucap seorang relawan sambil menggenggam tangan Haikal yang terbaring lemah sebelum dibawa ke rumah sakit.
Dari tujuh korban yang berhasil dievakuasi pada malam itu, dua ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Santri yang wafat dalam posisi sujud tercatat sebagai korban ke-12 sejak operasi penyelamatan dimulai. Jenazah kemudian dibawa ke RS Siti Hajar untuk proses identifikasi oleh Tim DVI Polda Jatim.
Korban Meninggal Dunia Bertambah Jadi 9 Orang
Hingga Jumat (3/10/2025) siang, jumlah korban meninggal akibat runtuhnya bangunan utama Ponpes Al Khoziny Sidoarjo terus bertambah. Kepala Basarnas Surabaya, Nanang Avianto, mengatakan korban terakhir ditemukan pukul 11.34 WIB di lokasi yang berdekatan dengan tiga korban sebelumnya.
“Iya, tambah satu lagi yang berhasil dievakuasi,” ujar Nanang.
Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ambulans menuju RS Bhayangkara Surabaya untuk proses lebih lanjut.
Dengan temuan tersebut, total korban meninggal dunia mencapai 9 orang.
Sebelumnya, korban lain ditemukan dalam kondisi meninggal pada pukul 10.17 WIB di sektor timur atau area A2 lokasi runtuhnya bangunan pesantren. Penemuan itu hanya berselang singkat dari dua korban sebelumnya yang dievakuasi dari sektor yang sama.
Korban pertama dievakuasi pukul 07.30 WIB, disusul korban kedua pada pukul 07.36 WIB.
Masih Ada Puluhan Santri Diduga Tertimbun
Proses evakuasi terus dilakukan tim gabungan sejak bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo runtuh. Hingga Kamis pagi, puluhan santri masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun reruntuhan bangunan musala.
Pembersihan puing saat ini difokuskan ke sisi utara, terutama pada bagian bangunan yang tidak terintegrasi dengan struktur utama.
Tim SAR memperkirakan masih ada lebih dari 50 orang korban yang belum ditemukan.
Keluarga korban yang menunggu di sekitar lokasi berharap kabar baik segera datang, meski jumlah korban meninggal terus bertambah.
Proses Identifikasi Jenazah di RS Bhayangkara Surabaya
Sedikitnya sudah ada lima jenazah yang diterima Posko DVI RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi pada Jumat (3/10/2025) sore.
Berdasarkan catatan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jatim, dua jenazah awal dibawa dalam satu mobil ambulans dan tiba sekitar pukul 08.30 WIB.
Kemudian, pada pukul 10.40 WIB, sebuah ambulans mengangkut kantong jenazah ketiga. Jenazah keempat tiba pukul 12.15 WIB, sementara kantong jenazah kelima dibawa pada pukul 14.25 WIB.
Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Pol dr M Khusnan Marzuki menyampaikan bahwa proses identifikasi terhadap empat jenazah masih berlangsung hingga pukul 13.00 WIB.
“Karena masih proses ya. Tapi, kalau pengumuman hasil identifikasi, itu kewenangan kami sebagai ekspert,” ujar Khusnan saat ditemui di RS Bhayangkara Surabaya.
Jenazah dipastikan identitasnya melalui pencocokan data primer dan sekunder dari pihak keluarga di Posko Ante-Mortem. Setelah berhasil diidentifikasi, jenazah akan disimpan dalam ruang pendingin khusus berkapasitas besar.
Namun, Khusnan mengaku belum bisa memastikan kondisi tubuh para jenazah karena tim DVI masih bekerja. Ia juga belum menerima laporan lengkap terkait kantong jenazah kelima.
“Saya belum lihat dan cek data lagi,” katanya.
Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto memastikan sudah ada lima jenazah yang dikirim ke Posko DVI RS Bhayangkara Surabaya.
“Dan ini sedang menangani ada 5 yang tersampaikan. Pendataan ini akan masuk di dalam ini,” ujarnya usai mengunjungi Posko DVI, Jumat sore.
Sebagian Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Santri Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ditemukan Wafat dalam Sujud, saat Basarnas Evakuasi Haikal