Pemuda Tenggelam di Waduk Kedung Ombo, Tim SAR Libatkan 200 Personel dan Gunakan Kearifan Lokal

Waduk Kedung Ombo, Basarnas Surakarta, pemuda tenggelam di Waduk Kedung Ombo, pencarian warga tenggelam di Waduk Kedung Ombo, Pemuda Tenggelam di Waduk Kedung Ombo, Tim SAR Libatkan 200 Personel dan Gunakan Kearifan Lokal, Kronologi Tenggelamnya Pemuda di Waduk Kedung Ombo, Ratusan Personel SAR Diterjunkan ke Lokasi, Gunakan Kearifan Lokal untuk Membantu Pencarian, Kondisi Cuaca Jadi Tantangan Pencarian, Operasi SAR Masih Berlangsung

Proses pencarian seorang pemuda yang tenggelam di Waduk Kedung Ombo, Kabupaten Sragen, kembali dilanjutkan pada Minggu (19/10/2025).

Korban diketahui bernama Dwi Fathan Khasani (24), warga Desa Plompong, Kecamatan Sirampok, Kabupaten Brebes.

Ia dilaporkan hilang pada Sabtu (18/10/2025) sore saat beraktivitas di kawasan keramba ikan.

Kronologi Tenggelamnya Pemuda di Waduk Kedung Ombo

Peristiwa bermula ketika korban berpindah dari keramba milik saudaranya ke keramba miliknya sendiri.

Namun, perahu getek yang digunakan tiba-tiba patah karena kondisi kayunya rapuh.

Kepala Desa Ngargotirto, Sumadi, mengatakan korban diduga tenggelam sekitar pukul 18.15 WIB.

"Itu dari keramba saudaranya, mau pergi ke kerambanya sendiri, perahunya rapuh, jadi patah, sehingga tenggelam," ujarnya kepada TribunSolo.com, Minggu (19/10/2025).

Sumadi menambahkan, korban sempat berusaha berenang menyelamatkan diri, tetapi gagal karena kondisi air yang gelap dan situasi yang panik.

"Walaupun bisa berenang, keadaan malam itu panik, jadi tidak mampu menguasai medan," jelasnya.

Ratusan Personel SAR Diterjunkan ke Lokasi

Koordinator Lapangan Basarnas Surakarta, Tri Puji, mengatakan proses pencarian melibatkan ratusan personel gabungan dari berbagai wilayah di Solo Raya.

"Ini kurang lebih ada 150 orang, iya dari Solo Raya. Untuk manajemen poskonya teman-teman dari Sragen cukup lumayan diandalkan karena sinergi antara relawan dan pemerintah cukup bagus," kata Tri Puji.

Ia menjelaskan, laporan tenggelamnya korban diterima sejak Sabtu malam. Namun, proses pencarian baru dimulai keesokan paginya karena lokasi kejadian cukup jauh dan cuaca sempat hujan deras.

"Baru tadi pagi kami memastikan titik lokasi. Warga sekitar sudah memberi tanda, lalu kami observasi hingga radius 50 meter dari titik dugaan tenggelam," jelasnya.

Tim SAR menggunakan dua perahu karet dengan sepuluh personel untuk memetakan area pencarian sebelum melakukan evaluasi di posko utama.

Gunakan Kearifan Lokal untuk Membantu Pencarian

Selain penyelaman, tim SAR juga menerapkan metode pencarian berbasis kearifan lokal yang biasa digunakan nelayan setempat.

"Tekniknya pakai kail atau pancing, kan talinya panjang. Beberapa kasus, nelayan di sini sering menggunakan metode itu. Pancingnya banyak, jadi ketika digerak-gerakkan bisa tersangkut ke baju," kata Tri Puji.

Ia menegaskan, metode tradisional tersebut tetap dilakukan di bawah pengawasan tim penyelamat agar tetap aman.

"Hal tersebut kita berdayakan, juga tidak lepas dari pantauan kita, sehingga semua tetap sehat," tambahnya.

Waduk Kedung Ombo, Basarnas Surakarta, pemuda tenggelam di Waduk Kedung Ombo, pencarian warga tenggelam di Waduk Kedung Ombo, Pemuda Tenggelam di Waduk Kedung Ombo, Tim SAR Libatkan 200 Personel dan Gunakan Kearifan Lokal, Kronologi Tenggelamnya Pemuda di Waduk Kedung Ombo, Ratusan Personel SAR Diterjunkan ke Lokasi, Gunakan Kearifan Lokal untuk Membantu Pencarian, Kondisi Cuaca Jadi Tantangan Pencarian, Operasi SAR Masih Berlangsung

Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian seorang pemuda tenggelam di Waduk Kedung Ombo, di Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Minggu (19/10/2025).

Kondisi Cuaca Jadi Tantangan Pencarian

Hingga pukul 14.00 WIB, korban belum ditemukan meski pencarian dilakukan dengan penyelaman dan teknik pancing.

Tri Puji menjelaskan, keterbatasan jarak pandang di dalam air serta kondisi geografis waduk membuat proses pencarian berjalan lambat.

"Untuk tim penyelam ini ada dua pasang. Mereka hanya melakukan satu kali penyelaman dalam sehari karena mempertimbangkan faktor geografi dan cuaca," ujarnya.

Operasi pencarian dijadwalkan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB.

"Semoga cuaca tetap cerah sampai nanti. Jam 17.00 WIB akan kami hentikan sementara. Apabila belum ketemu, akan kita lanjut besok pagi," ucap Tri Puji.

Operasi SAR Masih Berlangsung

Hingga Minggu sore, jumlah total personel yang terlibat dalam operasi SAR mencapai 200 orang dari unsur Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, dan warga setempat.

Tim masih berfokus pada area sekitar titik dugaan tenggelam, sementara penyelaman lanjutan direncanakan dilakukan jika kondisi cuaca memungkinkan.

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul “Kronologi Pemuda Tenggelam di Waduk Kedung Ombo Sragen, Korban Sempat Berusaha Berenang”, “Pencarian Pemuda Tenggelam di WKO Sragen Masih Berlangsung, Libatkan Ratusan Personel SAR Solo Raya” dan “Tim SAR Gunakan Metode Kearifan Lokal Cari Korban Tenggelam di Waduk Kedung Ombo Sragen, Apa Itu?”. 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.