Jenazah Deden Maulana Sudah di Jakarta, Keluarga Kenang Perjuangan Evakuasi Tim SAR

Makassar, Deden Maulana, Jenazah Deden Maulana Sudah di Jakarta, Keluarga Kenang Perjuangan Evakuasi Tim SAR

Jenazah Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi penumpang pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, tiba di Jakarta pada Kamis (22/1/2026).

Peti jenazah langsung diangkat oleh rekan-rekannya setibanya di Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sekitar pukul 09.00 WIB.

Peti jenazah kemudian dibawa ke Masjid Nurul Falah yang masih berada dalam area Politeknik AUP.

Dilansir dari , Kamis, sekitar pukul 09.48 WIB, peti jenazah Deden diangkat ke Auditorium Madidihang, diletakkan di tengah ruangan, berhadapan dengan pegawai KKP lainnya dan panggung acara persemayaman.

Di kursi paling depan, istri dan keluarga Deden duduk menghadap peti. Ada empat kursi yang diposisikan di depan untuk keluarga, sementara pelayat lainnya berdiri di sekitar.

Istri Deden, Vera, masih tampak terisak dan ditenangkan ibunya dari samping. Vera terlihat menggunakan baju panjang hitam putih dengan kerudung coklat. Sementara sang ibu mengenakan gamis panjang warna ungu muda.

Setelah disemayamkan, jenazah Deden akan diberangkatkan ke Garut, Jawa Barat, untuk dikebumikan.

Korban pertama yang ditemukan

Deden adalah korban pertama yang ditemukan oleh Tim SAR gabungan pada Minggu (18/1/2026) di lereng Gunung Bulusaraung dengan kedalaman sekitar 250 meter.

Deden adalah satu dari tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi penumpang pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar yang mengalami kecelakaan dan jatuh di Gunung Bulusaraung.

Diberitakan sebelumnya, pesawat yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport itu membawa 10 orang, yaitu tujuh kru dan tiga penumpang.

Diberitakan Tribun, proses evakuasi jenazah Deden Maulana sendiri berlangsung dramatis.

Tim SAR gabungan harus berhadapan dengan medan ekstrem dan cuaca buruk untuk mengangkat jenazah dari jurang sedalam 200 meter.

Jenazah Deden baru berhasil dievakuasi melalui jalur udara pada Rabu (21/1/2026) pagi.

Menurut Tim SAR, evakuasi Deden membutuhkan keahlian khusus. Setelah ditemukan pada Minggu (18/1/2026) pukul 13.43 Wita, tim baru bisa melakukan pengangkatan pada Rabu pagi menggunakan helikopter Basarnas jenis Dauphin HR-3601.

Tim elite Basarnas Special Group (BSG) menggunakan metode hoist melalui teknik air landed.

Seorang petugas turun menggunakan tali dari helikopter yang melakukan manuver hovering di atas area persawahan dekat lokasi kejadian.

Keluarga mengenang perjuangan Tim SAR

Dilansir dari Antara, selama proses evakuasi, keluarga Deden andil serta terbang ke Makassar.

"Alhamdulillah kami dari pihak keluarga kemarin difasilitasi untuk bisa berangkat ke Makassar," kata adik ipar Deden, Asep Hilman Rosadi dalam upacara persemayaman, Kamis.

Hilman mengaku selama di Makassar mendapatkan pelayanan terbaik dan informasi-informasi terbaru yang akurat.

Hilman juga mengaku memberanikan diri untuk datang dengan perjalanan 2,5 jam dari bandara dan perjalanan satu jam menaiki motor.

Karena itu, dia mengapresiasi segala bantuan dan perhatian yang diberikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) maupun pihak lainnya yang terlibat.

Dia mengapresiasi kepada seluruh jajaran atas upaya yang luar biasa dalam proses pencarian, evakuasi, dukungan moril bagi keluarga, dan penanganan sampai pemakaman.

"Saya juga melihat dengan mata saya sendiri bagaimana para relawan dari Basarnas, TNI, bekerja keras. Dan kami dari pihak keluarga menyadari ternyata memang tidak mudah untuk mengevakuasi para korban," katanya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang