4 Makanan yang Tidak Disarankan Disantap Saat Sahur, Bikin Cepat Haus!

Berpuasa merupakan sebuah kondisi menahan rasa haus dan lapar menjelang fajar hingga tenggelamnya matahari. Selama waktu tersebut, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan sehingga kita perlu menjaga hidrasi agar tubuh tetap berfungsi secara optimal.
Namun, ada beberapa makanan yang tidak disarankan saat sahur untuk dikonsumsi karena memiliki kandungan natrium yang tinggi dan mampu meningkatkan resiko dehidrasi selama berpuasa.
Seperti yang dijelaskan Nana Chairunnisa seorang ahli Gizi dari IPB University, konsumsi makanan asin berlebihan tidak dianjurkan karena asupan standar konsumsi garam orang dewasa hanya sekitar 5 gram/hari.
Berikut beberapa makanan yang tidak disarankan saat sahur yang bisa menyebabkan mudah haus.
Mengapa makanan asin membuat cepat haus?
Makanan dengan kadar garam yang tinggi menyebabkan peningkatan rasa haus ketika berpuasa. Hal ini dikarenakan natrium menyerap air dalam tubuh. Konsumsi garam berlebihan dapat meningkatkan kadar natrium di dalam tubuh.
Kadar natrium yang tinggi bisa meningkatkan kekentalan cairan tubuh, yang merangsang otak untuk memberi sinyal agar kita minum lebih banyak air agar cairan tubuh kembali seimbang. Jika kita tidak mengonsumsi air maka tubuh akan mengalami dehidrasi selama berpuasa.
Makanan yang tidak disarankan dikonsumsi selama sahur
Ada beberapa makanan yang perlu dihindari agar kita tidak mudah dehidrasi selama berpuasa. Makanan-makanan berikut ini mudah membuat menyebabkan haus karena tinggi garam, makanan tersebut antara lain:
1. Mie instan
Mie instan kerap kali menjadi hidangan sahur yang praktis dan banyak dikonsumsi. Namun sayangnya, mie instan tidak memberikan rasa kenyang lama dan makanan yang cukup tinggi kadar natriumnya sehingga mudah lemas saat berpuasa.
2. Makanan gorengan
Makanan gorengan seperti kentang goreng, dan camilan gurih sebaiknya dihindari untuk menu sahur. Sebab, konsumsi makanan tinggi garam ketika sahur berpotensi membuat mudah dehidrasi.
3. Makanan cepat saji
Nugget dan makanan kaleng masuk dalam kategori makanan cepat saji yang mudah dimasak. Terutama yang memiliki waktu memasak sedikit, memasak dengan bahan-bahan tersebut terbilang mudah dan praktis.
Namun, makanan tersebut juga sebaiknya dihindari agar rasa haus berlebihan saat puasa bisa berkurang. Terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi garam bisa menyebabkan mudah haus.
Bagaimana tips agar tidak mudah haus selama berpuasa?
Dalam penjelasan Nana, ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk menjaga agar kamu tetap terhidrasi selama bulan puasa, antara lain:
- Hindari konsumsi makanan tinggi garam. Seperti penjelasan sebelumnya, beberapa makanan tersebut berpotensi meningkatkan resiko haus selama berpuasa, maka dari itu hindari konsumsi makanan tersebut dengan perbanyak makanan tinggi serat.
- Perbanyak minum air putih. Untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh maka selama berpuasa sebaiknya mengkonsumsi air dengan pola 2-4-2 atau 2 gelas saat berbuka, 4 gelas saat makan malam dan 2 gelas saat sahur.
- Gunakan bumbu alami. Guna menghindari kelebihan garam dalam makanan, ada baiknya kamu mengganti rempah-rempah atau bumbu rendah garam ketika memasak untuk mendapatkan cita rasa yang lezat dan sehat.
- Pilih sayuran dan buah-buahan mengandung air. Selain dengan minum air putih, mengisi asupan cairan dalam tubuh juga bisa kamu lakukan dengan memakan sayur dan buah tinggi kadar air seperti semangka, tomat, seledri, blewah, nanas atau mentimun.