Bukan Cuma Obat, Ternyata Ini Faktor Penting yang Bikin Anak Sakit Cepat Pulih
Proses penyembuhan anak yang tengah menjalani pengobatan serius ternyata tidak hanya bergantung pada obat, tindakan medis, atau fasilitas rumah sakit. Dukungan emosional, lingkungan yang nyaman, hingga kehadiran orang-orang yang memberi semangat juga disebut memiliki peran besar dalam membantu pemulihan.
Hal ini terutama dirasakan anak-anak pasien yang harus menjalani pengobatan jangka panjang, jauh dari rumah, bahkan berpindah ke kota besar demi mendapatkan perawatan terbaik. Kondisi tersebut kerap menimbulkan tekanan fisik dan mental, baik bagi anak maupun keluarga pendamping. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Sejumlah pakar kesehatan menilai suasana positif dapat membantu anak lebih tenang selama menjalani terapi. Ketika stres berkurang, anak biasanya lebih kooperatif terhadap pengobatan, memiliki nafsu makan lebih baik, dan kondisi psikologis lebih stabil.
Gambaran ini terlihat dalam kegiatan sosial yang digelar di Rumah Harapan Indonesia, rumah singgah gratis bagi anak-anak pasien dari berbagai daerah yang menjalani pengobatan di rumah sakit rujukan Jakarta.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengikuti aktivitas sederhana seperti mewarnai, membuat gelang harapan, dan bermain bersama. Kegiatan ringan seperti ini dinilai penting karena memberi ruang bagi anak untuk merasa tetap menjadi anak-anak di tengah proses pengobatan yang berat.
Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk, Heru Firdausi Syarif, mengatakan pendekatan menyeluruh sangat dibutuhkan dalam proses penyembuhan pasien.
“Kami percaya bahwa di balik setiap proses pemulihan, ada kekuatan yang datang dari dukungan dan harapan. Melalui kegiatan ini, kami ingin hadir lebih dekat, tidak hanya sebagai penyedia alat kesehatan, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan menuju kesembuhan,” ujar Heru dalam keterangannya, dikutip Selasa 28 April 2026.
Ia menambahkan bantuan kebutuhan harian juga penting agar keluarga pasien bisa lebih fokus mendampingi anak selama masa terapi.
“Kami berharap donasi ini dapat benar-benar membantu meringankan kebutuhan sehari-hari serta mendukung proses pemulihan anak-anak yang sedang menjalani pengobatan di Rumah Harapan Indonesia. Semoga apa yang kami berikan dapat membawa manfaat dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadirkan harapan bagi mereka,” tambah Heru.
Founder Rumah Harapan Indonesia, Valencia Mieke Randa, menilai dukungan seperti ini memberi efek nyata bagi kesehatan mental pasien dan keluarga.
“Kegiatan seperti ini menghadirkan rasa bahagia dan harapan di tengah proses pengobatan yang panjang dan melelahkan. Bagi anak-anak, ini menjadi jeda dari rasa sakit yang mereka alami, sementara bagi orang tua, kehadiran dan dukungan yang diberikan membuat mereka merasa tidak sendiri dalam menjalani proses tersebut,” ungkapnya.
Menurut Valencia, kolaborasi lintas sektor dapat memperkuat sistem pendampingan pasien anak di Indonesia.
“Ketika sektor swasta dan lembaga sosial berjalan bersama, dampak yang dihasilkan bisa jauh lebih besar. Kami percaya bahwa kita bisa menciptakan dukungan yang lebih kuat bagi anak-anak Indonesia yang sedang berjuang untuk sembuh. Karena setiap anak berhak untuk mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik,” tutupnya.