Top 7+ Faktor Ini Bikin Baterai Smartwatch Cepat Habis, Begini Cara Mengatasi
Arloji pintar alias smartwatch menjadi perangkat populer untuk memantau kesehatan, olahraga, hingga menerima notifikasi dari ponsel.
Namun, tidak sedikit pengguna yang mengeluhkan baterai smartwatch cepat habis.
Saya, contohnya, punya smartwatch dari Garmin, yaitu Instinct Crossover AMOLED yang "hanya" memiliki daya tahan baterai sekitar 10 hari.
Padahal, klaim dari Garmin jam tangan ini bisa dipakai hingga 14 hari dalam mode smartwatch atau 18 hari dalam mode hemat baterai untuk sekali pengisian daya penuh.
Nah, ada beberapa faktor yang ternyata bisa membuat baterai smartwatch cepat habis atau boros. Apa saja?
1. Kecerahan layar terlalu tinggi
Layar bisa dibilang merupakan salah satu komponen yang paling banyak mengonsumsi daya pada smartwatch. Jika tingkat kecerahan diatur terlalu tinggi, maka wajar apabila baterai akan lebih cepat terkuras.
Selain itu, fitur Always-On Display (AoD) yang membuat layar terus menyala juga bisa mempercepat pengurasan daya.
Fitur ini memang memudahkan pengguna melihat waktu tanpa mengangkat pergelangan tangan, namun dengan mengorbankan daya tahan baterai.
Dengan begitu, mengurangi kecerahan layar atau mematikan fitur AoD dapat membantu memperpanjang masa pakai baterai suatu smartwatch.
2. Terlalu banyak aplikasi berjalan di latar belakang
Tidak hanya ponsel, sebagian smartwatch juga bisa menjalankan banyak aplikasi. Nah, terlalu banyak aplikasi yang berjalan di latar belakang juga bisa menjadi penyebab baterai smartwatch cepat habis.
Di situasi ini, setiap aplikasi yang aktif dapat memicu prosesor untuk bekerja, terutama ketika melakukan sinkronisasi data atau menampilkan notifikasi.
Selain itu, getaran atau notifikasi yang terlalu sering juga ikut menambah konsumsi daya.
Menutup aplikasi yang tidak digunakan serta membatasi notifikasi tentunya bisa membantu menghemat baterai.
3. Penggunaan GPS yang intensif
Samsung Galaxy Watch Ultra.
Fitur GPS pada smartwatch sangat berguna untuk melacak aktivitas olahraga seperti lari atau bersepeda. Namun, fitur ini juga dikenal cukup boros daya.
Ketika GPS aktif secara terus-menerus, smartwatch harus memproses data lokasi secara real time.
Dalam beberapa kasus, penggunaan GPS saat berolahraga bisa menguras sekitar 30 persen baterai dalam satu jam.
Karena itu, sebaiknya aktifkan GPS hanya saat benar-benar diperlukan.
4. Koneksi nirkabel aktif terus-menerus
Smartwatch biasanya terhubung dengan ponsel melalui Bluetooth, WiFi, atau bahkan jaringan seluler seperti 4G/LTE pada model tertentu.
Semakin banyak koneksi yang aktif secara bersamaan, semakin besar pula konsumsi dayanya.
Biasanya, jam tangan dengan dukungan jaringan seluler juga cenderung lebih boros baterai dibandingkan model yang hanya mengandalkan Bluetooth.
Nah, mematikan koneksi nirkabel yang tidak digunakan dapat membantu mengurangi konsumsi daya smartwatch.
5. Perangkat lunak belum diperbarui
Perangkat lunak atau firmware yang sudah usang juga bisa memengaruhi kinerja baterai smartwatch.
Kenapa? Karena biasanya perangkat akan bekerja lebih "keras" jika firmware belum diperbarui, apalagi kalau ada masalah (bug) yang serius.
Produsen biasanya merilis pembaruan sistem operasi (OS) atau firmware untuk memperbaiki bug serta meningkatkan efisiensi daya.
Jika perangkat belum diperbarui, kemungkinan ada masalah yang membuat baterai lebih cepat habis.
Karena itu, pengguna disarankan rutin memeriksa pembaruan sistem dan menginstalnya jika tersedia.
6. Kondisi baterai yang sudah menurun
Seperti baterai di perangkat elektronik pada umumnya, baterai smartwatch juga akan mengalami penurunan kapasitas setelah digunakan dalam waktu lama.
Semakin banyak siklus pengisian daya yang dilalui, kemampuan baterai untuk menyimpan energi pastinya akan berkurang.
Akibatnya, smartwatch akan lebih cepat kehabisan daya dibanding saat masih baru.
Jika kondisi ini sudah cukup parah, pengguna mungkin perlu mengganti baterai melalui pusat perbaikan resmi.
7. Suhu lingkungan ekstrem
Ilustrasi smartwatch Garmin Instinct 2X Solar di acara Jakarta Running Festival 2024, Sabtu (12/10/2024).
Suhu lingkungan ternyata dapat memengaruhi performa baterai smartwatch. Kok bisa?
Sebab, paparan panas berlebih bisa mempercepat degradasi baterai, sementara suhu yang terlalu dingin dapat membuat kapasitas baterai berkurang untuk sementara waktu.
Oleh karena itu, sebaiknya hindari meninggalkan smartwatch di tempat yang terlalu panas atau dingin untuk menjaga performa baterainya.
Cara agar baterai smartwatch lebih awet
Nah, beberapa faktor di atas bisa dibilang sudah disertai dengan cara mengatasi baterai smartwatch yang boros.
Masing-masing model dan merek smartwatch tentunya memiliki langkah mengaktifkan atau menonaktifkan fitur yang dirasa tidak perlu dengan cara yang bervariasi.
Namun secara umum, pengaturan smartwatch biasanya bisa langsung diakses di menu Settings yang ada di perangkat, bisa lewat tombol "Settings" atau "Menu" di smartwatch bermerek Garmin.
Pengguna juga bisa mengakses menu pengaturan di smartphone yang terhubung dengan smartwatch mereka masing-masing.
Di menu pengaturan, pengguna bisa melakukan hal-hal berikut ini untuk menghemat baterai:
- Menurunkan tingkat kecerahan layar
- Mematikan Always-On Display
- Membatasi notifikasi aplikasi
- Mematikan GPS dan koneksi yang tidak digunakan
- Menghapus aplikasi yang jarang dipakai
- Memperbarui sistem operasi secara berkala
Dengan pengaturan yang tepat dan penggunaan yang lebih efisien, baterai smartwatch nantinya akan bisa bertahan lebih lama dalam sekali pengisian daya dan tidak boros lagi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang