Waktu Melafalkan Niat Puasa Ramadhan, Lebih Baik Saat Sahur atau Malam Hari?

Ramadhan, puasa Ramadhan, niat puasa Ramadhan, Waktu Melafalkan Niat Puasa Ramadhan, Lebih Baik Saat Sahur atau Malam Hari?

Muslim Muhammadiyah akan menunaikan ibadah puasa mulai besok, Rabu (18/2/2026).

Sedangkan pemerintah baru akan menetapkan 1 Ramadhan 1447 H selepas Sidang Isbat yang berlangsung petang hari ini, Selasa.

Agar ibadah puasa sah secara syariat, Muslim hendaknya melafalkan niat puasa Ramadhan.

Lantas, mana waktu yang lebih baik untuk melafalkan niat puasa Ramadhan? Ketika sahur atau malam hari usai berbuka dan tarawih?

Baca niat puasa malam atau saat sahur?

Dilansir dari (11/4/2024), Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Cholil Nafis mengungkap, niat puasa hukumnya wajib dan diucapkan sebelum menjalani ibadah puasa.

"Puasa Ramadhan karena itu wajib (hukumnya), maka wajib niat (puasa) sebelum subuh," jelasnya.

Menurut Cholil, niat puasa sebaiknya dibaca ketika malam hari atau setelah shalat tarawih.

Kondisi ini berbeda dari puasa sunah yang bacaan niatnya dapat diucapkan setelah waktu subuh dan sebelum makan-minum saat pagi hari.  

Namun, niat puasa dapat juga dibaca saat sahur sebelum masuk waktu subuh.

Artinya, melafalkan niat puasa harus dilakukan sebelum menjalani puasa, baik malam hari maupun saat sahur.

"Hukumnya wajib. Kalau tidak niat (puasa), hukumnya (puasa) tidak sah," lanjut dia.

Dalam melafalkan niat ini, Muslim bisa membacanya secara lisan maupun dalam hati.

"Niat yang dibacakan lisan itu lebih utama daripada yang dibaca (dalam) hati," tambah dia.

Bacaan niat puasa Ramadhan

Diambil dari laman MUI, berikut bacaan niat puasa Ramadhan:

  • Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhani hadzihis sanati lillahi ta’ala.

"Artinya: Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala."

Bacaan niat puasa tersebut wajib dibaca setiap hari selama Ramadhan, sesuai mazhab Imam Syafi’i.

Meski begitu, mazhab Maliki memperbolehkan umat Islam membaca niat puasa sebulan penuh pada malam pertama Ramadhan.

Hal ini lantaran puasa Ramadhan dianggap sebagai satu kesatuan sehingga tidak perlu memperbarui niat setiap harinya.

Berikut bacaan niat puasa untuk satu bulan penuh sesuai Mazhab Maliki.

  • Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.

"Artinya: Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta’ala.”

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang