Persebaya Bangkit di Tengah Tekanan, Tavares Sebut Kemenangan Soal Mentalitas

Persebaya Surabaya kembali ke jalur kemenangan setelah mengalahkan Persita Tangerang dengan skor tipis 1-0 pada pekan ke-26 Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu (4/4/2026) malam.
Gol tunggal Francisco Rivera pada menit ke-61 menjadi pembeda dalam laga yang berjalan ketat.
Hasil ini terasa penting bagi tuan rumah yang sebelumnya berada dalam tekanan setelah rangkaian hasil kurang memuaskan.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares menilai kemenangan tersebut tidak datang dengan mudah. Ia menegaskan bahwa tim harus berjuang dalam kondisi yang jauh dari ideal.
“Mengenai pertandingan, kami memiliki lebih banyak peluang mencetak gol daripada tim lawan. Saya rasa kami memiliki sembilan tembakan, tiga di antaranya tepat sasaran, dan mereka hanya dua, mungkin total empat,” ujar Tavares.
“Kami memiliki lebih banyak tendangan sudut. Saya rasa di babak akhir kami unggul 1-0. Itu wajar dan mereka lebih banyak menguasai bola."
"Kami mencoba mengontrol permainan dengan lebih banyak bertahan di belakang untuk mencoba transisi ofensif, mencoba mencetak gol kedua dan mengakhiri pertandingan,” imbuhnya.
Kemenangan ini semakin bernilai karena Persebaya harus melakukan banyak penyesuaian komposisi pemain.
Namun, situasi tersebut justru memperlihatkan kedalaman komposisi tim. Pemain mampu menjawab tantangan dengan menunjukkan semangat kolektif yang tinggi.
“Mereka menunjukkan di lapangan bahwa kami tidak hanya memiliki 11 pemain dan saya senang dengan sikap mereka saat menguasai bola maupun tanpa bola," kata Bernardo Tavares.
"Tentu saja, kami perlu meningkatkan beberapa hal. Tapi, kami menang melawan tim kuat yang dalam dua pertandingan terakhir selalu mencetak empat gol," sambungnya.
Peluang Terbuang dan Evaluasi Krusial
Meski unggul dalam jumlah peluang, Persebaya gagal menambah skor. Ia menilai penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah terutama di menit-menit terakhir, ia merasa tim perlu menguasai bola karena penting bagi tim untuk mengetahui momen-momen dalam pertandingan.
Pemain Persebaya Surabaya Mihailo sedang bersiap menggiring bola saat laga pekan ke-26 Super League 2025-2026 melawan Persita Tangerang yang berakhir dengan skor tipis 1-0 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu (4/4/2026) malam.
Apalagi kesalahan yang hampir berakibat fatal di penghujung laga.
“Terkadang, oke kita perlu melakukan apa yang dilakukan dan itu bagus, menurut saya bagus. Tapi di menit-menit akhir, tim lawan hampir mencetak gol di saat kita kehilangan bola dengan cara yang bodoh. Jadi itu salah satu hal yang perlu kita ubah," ujar pelatih Berlisensi UEFA Pro itu.
Bangkit dari Kekalahan Menyakitkan
Kemenangan atas Persita ini juga menjadi respons atas hasil buruk sebelumnya yang masih membekas. Dimana satu bulan lalu klub berjuluk Bajul Ijo itu kebobolan lima gol.
Untuk itu, ia menegaskan hasil tersebut menjadi cerminan tren negatif penampilan tim sebelumnya, yang dinilainya tidak baik dan tidak bisa diterima.
Kini setelah menjalani jeda kompetisi dengan persiapan yang lebih matang, ia melihat tim mampu memberikan respons positif di lapangan.
“Jadi, saya senang untuk para pemain dan sekarang saatnya untuk pulih dan mencoba untuk mulai mempersiapkan pertandingan berikutnya yang akan menjadi pertandingan sulit,” pungkas Bernardo Tavares.
Dengan tambahan tiga poin, Persebaya naik ke posisi ke-5 klasemen sementara Super League 2025-2026 dengan perolehan 42 poin. Tim kembali membuka peluang bersaing di papan atas yang hanya berjarak 4 poin dengan Malut United di posisi ke-4.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang