Gig Worker Kian Diandalkan sebagai Sumber Cuan di Tengah Tekanan Ekonomi
Tekanan ekonomi dan kenaikan biaya hidup teeus meningkah sontak mengukuhkan pekerjaan fleksibel berbasis platform digital kian menjadi andalan masyarakat untuk menambah penghasilan. Gig worker menjadi pilihan realistis karena menawarkan waktu kerja yang lebih luwes tanpa ikatan jam kantor.
Model kerja ini membuka peluang bagi banyak orang untuk bertahan secara ekonomi, baik sebagai sumber penghasilan utama maupun pekerjaan sampingan. Transportasi daring pun menempati posisi penting dalam lanskap gig economy Indonesia sebagai ladang cuan masyarakat di tengah situasi ekonomi yang menantang.
Di samping menyediakan layanan mobilitas, platform transportasi daring membuka ruang kerja fleksibel bagi jutaan orang untuk memperoleh penghasilan tambahan. Ini memberi akses bagi masyarakat sebagai side hustle atau pekerjaan sampingan di tengah meningkatnya biaya hidup dan tekanan ekonomi rumah tangga.
Direktur Pengembangan Maxim Indonesia, Dirhamsyah, menyampaikan bahwa transportasi daring kini menjadi elemen penting dalam ekonomi digital nasional. sektor ini juga produktivitas masyarakat untuk memperoleh penghasilan tambahan melalui program kemitraan.
Ia menjelaskan potensi cuan dari sektor transportasi daring diperoleh melalui skema kemitraan yang mendukung fleksibilitas bagi mitra pengemudi untuk dapat bekerja secara mandiri. Maxim menerapan komisi aplikasi maksimal 15 persen.
"Memberikan peluang lebih besar bagi mitra untuk meningkatkan pendapatannya, sekaligus menjaga tarif tetap terjangkau bagi pengguna,” ucap Dirhamsyah.
Dialog Lintas Sektor Transportasi Daring
Aplikator kuning ini turut mendorong mitra untuk mendapatkan proteksi tambahan melalui program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan. Perusahaan juga mendukung upaya pengembangan pelaku usaha kecil dan menengah bersama Kementerian UMKM, serta berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital melalui sinergi dengan Kementerian Koordinator Perekonomian RI.
Namun, nafas sektor ojek online (ojol) ini tidak bisa berjalan sendiri. Perlunya kolaborasi antara industri, pemerintah, dan para mitra pengemudi agar ekosistem transportasi daring tetap sehat, inklusif, dan memberi manfaat ekonomi jangka panjang.
Kesadaran inilah yang mendorong perlunya dialog terbuka lintas pemangku kepentingan. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Maxim Indonesia menggelar diskusi panel dan dialog interaktif bertajuk “Sinergi Ekosistem Transportasi Digital dan Inovasi untuk Ekonomi Indonesia yang Inklusif” di Kantor Pusat Maxim Jakarta.
Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas peran transportasi daring sebagai penggerak ekonomi digital dan sumber penghasilan masyarakat. Acara tersebut dihadiri perwakilan dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Koordinator Perekonomian RI, Kementerian UMKM, BPJS Ketenagakerjaan, serta mitra pengemudi Maxim yang menegaskan pentingnya dialog bersama dalam merespons dinamika transportasi digital yang terus berkembang.
Dalam forum tersebut, Maxim menyatakan kesiapan untuk terlibat aktif dalam pembahasan regulasi transportasi daring, termasuk terkait struktur tarif dan komisi bersama Kementerian Perhubungan. Maxim juga menyampaikan dukungan terhadap pengembangan UMKM serta pertumbuhan ekonomi digital melalui sinergi dengan Kementerian Koordinator Perekonomian RI.
“Melalui forum ini, kami berharap dapat memetakan perkembangan kebijakan, memahami, dan merumuskan kolaborasi antarsektor secara berkelanjutan,” kata Dirhamsyah.
Kepala Direktorat Angkutan Tidak Dalam Trayek Kementerian Perhubungan, Utomo Harmawan, menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan regulasi yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan industri. Pemerintah akan terus berupaya menghadirkan regulasi secara terpadu dan terbuka dalam menerima saran dan masukan dari para pihak.
“Kebijakan yang efektif bisa lahir jika dirumuskan bersama dan mencerminkan kebutuhan para pelaku di lapangan,” tegasnya.