Dari Madiun, Calista Maya Ersandita Belajar Dewasa di Tengah Tekanan Proliga 2026
Usia muda tidak lagi menjadi alasan untuk bersembunyi dari perhatian. Di Proliga 2026, Calista Maya Ersandita justru berdiri di garis depan bersama Bandung BJB Tandamata.
Perjalanannya menuju Proliga tidak instan, memulai karier dari klub-klub lokal sebelum perlahan menarik perhatian nasional lewat performa konsisten sejak usia belia di Madiun, Jawa Timur.
Namanya mulai dikenal luas setelah dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga eksebisi Yuso melawan Baja 78 pada 2019 di Bantul.
Sejak itu, berbagai klub besar mulai melirik potensinya.
Kariernya semakin menanjak ketika tampil impresif bersama Arwis Jogja di Danyon Zipur Cup 2023.
Spike keras dan keberanian menghadapi pemain yang lebih senior membuatnya disebut sebagai salah satu prospek cerah voli putri Indonesia.
Mental Terasah di Level Asia
Pengalaman internasional menjadi titik penting dalam pembentukan mental Calista Maya setelah terpilih memperkuat Indonesia di ajang Kejuaraan Asian Youth Games 2025 di Bahrain.
“Bermain di Kejuaraan Asia memberi saya perspektif baru tentang kecepatan bola dan blok-blok tinggi. Itu modal besar saat saya harus berhadapan dengan pemain asing di Proliga 2026,” ujarnya kepada Kompas.com.
Pengalaman tersebut terlihat dalam caranya bermain tenang di bawah tekanan kompetisi kasta tertinggo bola voli Indonesia, Proliga, seolah sudah terbiasa menghadapi atmosfer pertandingan besar.
Apalagi pada musim ini ia menjalani musim yang berbeda, lebih berat dan menantang, sekaligus lebih menentukan dalam perjalanan kariernya.
Kepercayaan pelatih menempatkannya langsung dalam susunan pemain inti membuatnya harus beradaptasi cepat.
Bukan hanya soal teknik, tetapi juga konsistensi dan ketahanan mental di tengah persaingan Proliga 2026.
“Lebih tertantang tahun ini karena saya langsung menjadi pemain inti masuk line up,” kata Calista Maya.
Untuk itu selama menghadapi padatnya jadwal Proliga 2026, ia memilih pendekatan yang realistis. Selain menjaga intensitas latihan, ia berusaha memahami karakter lawan melalui hasil pertandingan yang sudah dijalani.
“Untuk persiapan selama ini dengan latihan dan baca-baca kekuatan dan statistik lawan cuma tergantung dari hasil pertandingan,” imbuhnya.
Pemain Bandung BJB Tandamata Calista Maya Ersandita saat laga putaran kedua Proliga 2026 seri Malang, kalah telak 0-3 dari Jakarta Electric PLN Mobile di GOR Ken Arok Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026) sore.
Target yang Sederhana, Tanggung Jawab yang Besar
Di tengah ekspektasi pecinta bola voli terhadap talenta muda, ia justru merumuskan target yang membumi. Ia tidak berbicara soal statistik pribadi melainkan kontribusi nyata di setiap laga.
“Setiap pertandingan main bagus dan totalitas untuk tim,” kata pemain berusia 17 tahun itu.
Mengingat saat ini Bandung BJB Tandamata tengah berada dalam situasi genting. Kekalahan telak 0-3 dari Jakarta Electric PLN Mobile di putaran pertama Proliga 2026 seri Malang di GOR Ken Arok Kota Malang membuat peluang menuju final four semakin menipis.
Tim asuhan Risco Herlambang berada di peringkat keenam klasemen sementara dengan sembilan poin dari delapan pertandingan. Empat laga tersisa akan menjadi penentu nasib tim.
“Sebenarnya ini kunci untuk ke final four. Tapi dengan kekalahan ini, kita harus bisa memenangkan laga-laga berikutnya. Harus menang di empat pertandingan tersisa,” kata pelatih yang biasa disapa Risco itu.
Ia juga menyoroti keterbatasan komposisi pemain asing sebagai salah satu faktor kekalahan, mengingat tim hanya diperkuat satu pemain asing aktif, Anastasia Guerra, sementara Giulia Angelina belum bisa diturunkan karena kendala nonteknis.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang