Pemerintah: Intervensi Restrukturisasi Utang Whoosh Demi Keberlanjutan Operasional
Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria mengatakan, saat ini pemerintah tengah menyiapkan langkah intervensi untuk menyelesaikan proses restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.
Dia menjelaskan, penyelesaian masalah finansial proyek Whoosh perlu fokus pada keberlanjutan operasional kereta cepat ini ke depannya. Karena, operasional Whoosh sejauh ini memberikan dampak positif terhadap perekonomian.
Karenanya, Dony memastikan bahwa beban utang Whoosh tidak bisa dibebankan hanya kepada operator.
"Untuk penyelesaian finansial inilah yang kami cari solusinya. Mau tidak mau tentu harus ada keterlibatan pemerintah di dalam penyelesaian ini. Karena kalau dibebankan kepada kereta api saja, tentu tidak cukup untuk menanggung beban finansialnya," kata Dony di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa, 28 April 2026.
Kepala BP BUMN Dony Oskaria
Dia menggarisbawahi, intervensi pemerintah dalam proyek ini merupakan bentuk keberpihakan terhadap penggunaan transportasi umum. Soal bentuk intervensi yang disiapkan, Dony menyebut rinciannya akan disampaikan usai pihaknya merampungkan koordinasi dengan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Sementara CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan keputusan restrukturisasi secara administratif sudah diputuskan, hanya tinggal menunggu momentum pengumuman.
"Sudah diputuskan oleh Pak Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Nanti diperiksa secara resminya dan dia yang mengumumkan," ujarnya.
Diketahui, sebelumnya Purbaya telah mengungkapkan bahwa restrukturisasi utang proyek Whoosh telah rampung.
"Sudah kelar (restrukturisasi), tinggal diumumkan,” kata Purbaya di Jakarta, Rabu, 22 April 2026.
Pemerintah juga telah menyampaikan hasil tersebut kepada Pemerintah China. Langkah ini ditempuh untuk menjaga hubungan bilateral jangka panjang serta kepercayaan di antara kedua negara.
"Kemarin saya ketemu Menteri Keuangan China. Kan ini berhubungan dengan hubungan jangka panjang antara Indonesia dengan China. Saya bilang ke Menteri Keuangan China sudah diputuskan, tinggal diumumkan," ujarnya. (Ant).