Top 5+ Fakta Kasus Begal "Tante Jenna" di Bali, dari Alasan Pulang hingga Temuan Rekaman CCTV

Bali, Tante Jenna, 5 Fakta Kasus Begal

Dunia otomotif dan masyarakat Bali tengah berduka atas kepergian Juhaeryah Velina (46), atau yang akrab disapa Tante Jenna.

Anggota komunitas Honda ADV Indonesia (HAI) Chapter Badung ini meninggal dunia setelah menjadi korban dugaan pembegalan di Jalan Pengubengan Kauh, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Sabtu (7/2/2026) malam.

Kasus yang menimpa perempuan yang dikenal sebagai "Miss Yuhui" ini memicu gelombang solidaritas dan desakan agar pihak kepolisian segera menangkap pelaku demi menjaga citra keamanan Bali.

Berikut adalah 5 fakta terkait insiden tragis yang menimpa Tante Jenna yang dirangkum oleh Kompas.com:

1. Alasan Pulang Lebih Awal demi Kucing Kesayangan

Sebelum insiden maut terjadi, Tante Jenna sempat menghadiri rapat dan kegiatan Kopi Darat (Kopdar) bersama komunitasnya di The Forum Gallery Cafe. Wakil Ketua Umum HAI, Jo Wibowo, mengungkapkan bahwa rekan-rekannya sempat menyarankan almarhumah untuk pulang bersama agar ada pengawalan.

"Beliau buru-buru pulang karena bilang kucing di kosannya belum makan. Beliau memang pencinta kucing," ujar Jo Wibowo saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (9/2/2026). Korban akhirnya memacu motornya sendirian menuju Legian pada pukul 22.27 WITA.

2. Terbongkar Lewat CCTV: Bukan Kecelakaan Tunggal

Awalnya, peristiwa ini dilaporkan sebagai kecelakaan lalu lintas tunggal. Namun, kecurigaan rekan komunitas mendorong mereka untuk melakukan penelusuran mandiri.

Berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi, terungkap fakta bahwa korban dipepet oleh dua orang tak dikenal. Kapolsek Kuta Utara, AKP I Ketut Agus Pasek Sudiana, mengonfirmasi temuan tersebut.

"Dari CCTV terlihat adanya upaya penarikan tas yang dibawa korban. Akibatnya motor korban oleng ke kiri dan menabrak tiang listrik," jelasnya.

Pelaku juga sempat terjatuh namun berhasil melarikan diri saat warga mulai berdatangan.

3. Barang Berharga Utuh, Namun Nyawa Tak Tertolong

Meski menjadi korban dugaan pembegalan, seluruh barang berharga milik korban tetap utuh. Pelaku gagal merampas tas selempang korban karena situasi di lokasi mulai ramai oleh warga yang mendengar benturan keras.

Nahas, benturan dengan tiang listrik menyebabkan Tante Jenna mengalami Cedera Kepala Berat (CKB) serta pendarahan dari telinga dan pelipis. Korban sempat dilarikan ke RS Garba Med, namun dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 00.10 WITA.

4. Sosok "Miss Yuhui" yang Humoris dan Pekerja Keras

Kepergian perempuan asal Balaraja ini meninggalkan duka mendalam. Sahabat korban, Heni Kurnianingsih, mengenang Jenna sebagai pribadi yang sangat ceria dan dijuluki "Miss Yuhui" karena sapaan khasnya.

"Dia sangat baik dan humoris. Setiap kali membuka pembicaraan, dia selalu bilang 'Yuhuii guys', makanya dijuluki Miss Yuhui," kenang Heni.

Sehari-harinya, almarhumah dikenal sebagai sosok tangguh yang bekerja sebagai terapis refleksi sekaligus pengajar di Atlas.

5. Desakan Komunitas dan Komitmen Kepolisian

Ketua Umum HAI, Ali Abel, mengutuk keras tindakan keji ini dan menuntut pertanggungjawaban penuh dari pelaku. Sebagai bentuk penghormatan, komunitas motor di Bali menggelar doa bersama dan aksi nyala lilin di TKP pada Senin malam (9/2/2026).

Di sisi lain, AKP I Ketut Agus Pasek Sudiana mengakui kejadian ini menjadi tamparan keras karena lokasi tersebut sebelumnya tidak termasuk titik rawan kriminalitas.

"Kami akan meningkatkan patroli, khususnya di titik-titik rawan. Tim gabungan Polsek Kuta Utara dan Polres Badung masih melakukan penyelidikan intensif," tegasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com dengan judul Fakta Baru Korban Begal di Kerobokan, Tante Jenna Pulang Lebih Awal Demi Beri Makan Kucing

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang