Rekaman CCTV Jadi Senjata Erin, Ini Isi 14 Video yang Dijadikan Bukti Soal Kelakuan Buruk ART

Rien Wartia
Rien Wartia

 Sorotan dalam kasus yang menyeret nama Rien Wartia Trigina alias Erin kini bergeser ke bukti rekaman yang ia miliki. Mantan istri Andre Taulany itu mengungkap memiliki total 14 video CCTV yang diklaim memperlihatkan perilaku asisten rumah tangga (ART) selama bekerja di kediamannya.

Erin menegaskan bahwa rekaman tersebut menjadi dasar kuat bantahannya atas tuduhan penganiayaan. Ia menyebut isi video tidak hanya merekam aktivitas kerja, tetapi juga sejumlah tindakan ART yang dinilai melanggar batas. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Erin, salah satu poin dalam rekaman menunjukkan ART kerap mendokumentasikan berbagai sudut rumah tanpa izin. Mulai dari aktivitas anak-anak, area pribadi seperti kamar, hingga bagian rumah seperti kolam renang dan interior lainnya.

Tak hanya itu, Erin juga mengungkap bahwa dalam bukti yang dimilikinya, ART diduga mengambil foto kendaraan keluarga beserta plat nomor, serta mengenakan pakaian milik anak perempuannya tanpa persetujuan.

Hal-hal tersebut, kata Erin, membuat anak-anaknya merasa tidak nyaman karena privasi mereka terganggu.

"Tidak benar sama sekali (dugaan penganiayaan terhadap ART), saya punya bukti CCTV-nya," ungkap Erin di Senayan, Jakarta, Selasa 5 Mei 2026. 

"Tidak ada itu (penganiayaan terhadap ART), saya bicara dengan percaya diri," sambungnya.

Ia bahkan menegaskan seluruh rekaman CCTV di rumahnya siap dijadikan bukti jika proses hukum berjalan.

"Saya bisa buktikan, ya saya ikuti proses hukum, saya punya buktinya semua CCTV isi satu rumah, total ada 14 video," kata Erin.

Selain soal dugaan pelanggaran privasi, Erin menyebut sebagian video juga memperlihatkan kinerja ART yang dinilai tidak sesuai harapan. Ia mencontohkan pekerjaan rumah tangga yang terbengkalai, seperti cucian baju dan seprai yang menumpuk hingga berminggu-minggu.

"Ada banyaklah (keluhan), kayak misalnya baju dan seprai kasur yang sampai 2 minggu nggak dicuci, saya tanya 'ini kemana seprai? Kok belum dicuci?', dia jawab 'oh iya ini saya belum kerjain, masih ditumpuk', jadi udah banyaklah keluhan," ujar Erin.

"Dan saya punya bukti-bukti video seperti apa kerjaan dia di rumah," lanjutnya.

Erin menjelaskan, ART tersebut baru bekerja selama tiga minggu dan direkrut melalui rekomendasi teman. Namun karena berbagai kejadian yang terekam, ia akhirnya mengajukan komplain ke yayasan penyalur dan meminta penggantian.

"Saya ada chat-nya semua (komunikasi dengan yayasan penyalur ART tersebut), pokoknya saya udah komplain, jadi saya pengin ganti dengan ART yang lebih baik lagi kerjaannya, karena perjanjiannya kalau memang cocok boleh diganti," ungkap Erin.

"Ya jadi trauma kalau kayak gini (punya ART bermasalah)," tambahnya.

Kuasa hukum Erin, Sunan Kalijaga, menegaskan bahwa seluruh klaim tersebut akan diuji dalam proses hukum, termasuk tuduhan dari pihak ART.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya sampaikan selaku penasihat hukum Erin, memang kalau Erin punya bukti-bukti yang berkaitan dengan kasus ini (bantahan terhadap tuduhan penganiayaan ART), ya kita juga harus menyampaikan klarifikasi, karena itu adalah hak, nggak bisa orang serta-merta bicara sembarangan, kita bicara semua orang punya hak yang sama di mata hukum," kata Sunan Kalijaga.

"Anda (ART) menyampaikan dipukul, ditendang, diancam pisau, ya silakan anda buktikan di proses penyidikan atau di proses hukum. Begitu juga klien kami, klien kami menyampaikan (klarifikasi) apa yang dia rasakan tidak pantas, tidak baik, tidak sopan, bahkan yang membahayakan keluarganya, sudah dibuktikan tadi. Jadi silakan bicara, tapi hati-hati, ketika kalian tidak bisa membuktikan, maka akan ada konsekuensi hukum," tutupnya.