Kronologi Meninggalnya Lula Lahfah Berdasarkan Rekaman CCTV Versi Kepolisian
Kronologi meninggalnya Lula Lahfah akhirnya dijelaskan secara rinci oleh pihak kepolisian. Penjelasan tersebut disampaikan langsung oleh AKBP Iskandarsyah selaku perwakilan Polres Metro Jakarta Selatan yang memaparkan alur kejadian berdasarkan rekaman CCTV, keterangan saksi, hingga hasil pemeriksaan medis.
Penyelidikan bermula dari laporan penemuan jenazah di sebuah apartemen kawasan Jakarta Selatan. Polisi menerima informasi dari anggota Babinkamtibmas Polsek Kebayoran Baru yang kemudian dilanjutkan dengan pengecekan lokasi bersama tim identifikasi. Dari situ diketahui bahwa jenazah yang ditemukan merupakan seorang perempuan yang identitasnya telah dipastikan adalah selebgram Lula Lahfah. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Iskandarsyah (belakang tengah)
"Di mana di sebuah apartemen di wilayah Jakarta Selatan, kami memperoleh informasi bahwa adanya penemuan mayat dari anggota Babinkamtibmas Polsek Kebayoran Baru,” jelas AKBP Iskandarsyah.
Sebanyak 15 saksi diperiksa untuk memastikan alur kejadian sebelum dan sesudah hari penemuan. Polisi lalu membandingkan rekaman CCTV dengan keterangan para saksi guna mendapatkan gambaran utuh.
Berdasarkan CCTV, Lula Lahfah terlihat masih beraktivitas normal sehari sebelum ditemukan meninggal. Ia sempat keluar apartemen bersama rekannya berinisial VA. Rekaman menunjukkan keduanya berada di lift, kemudian terpantau mengunjungi sebuah kafe di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan.
Setelah itu, Lula kembali ke apartemen menggunakan kendaraan pribadinya. Pada rekaman berikutnya, terlihat saksi lain berinisial C turun dari lantai tempat tinggal Lula. Dari keterangan saksi dan bukti pembayaran medis, diketahui Lula sempat menjalani pengobatan di rumah sakit pada hari yang sama.
Keesokan harinya, aktivitas rutin Lula yang biasanya berolahraga pagi tidak terlihat. Hal ini menimbulkan kecurigaan dari asisten rumah tangganya. Upaya membuka pintu kamar tidak mendapat respons sehingga pihak keamanan apartemen dan tim engineering dipanggil untuk membantu. Momen penting terjadi pada sore hari saat pintu unit dibuka secara paksa.
"Nah, di sini titik krusialnya. Pada pukul 17:47 berdasarkan keterangan dari saksi bahwa kunci kamar dari unit yang ditempati oleh saudari LL ini terkunci dari dalam,” ujarnya.
Saat pintu berhasil dibuka, Lula ditemukan dalam kondisi tergeletak dan tidak menunjukkan tanda kehidupan. Kepanikan pun terjadi hingga sejumlah rekan dekat dihubungi untuk datang ke lokasi.
Setelah dokter datang dan ambulans membawa jenazah ke Rumah Sakit Fatmawati, pihak rumah sakit menyatakan bahwa penyebab meninggalnya Lula adalah kehabisan napas serta tidak ditemukan tanda kekerasan. Polisi juga menegaskan bahwa autopsi tidak dilakukan atas permintaan keluarga karena bukti yang ada dinilai sudah cukup.
Dalam penutup konferensi pers, AKBP Iskandarsyah menyatakan bahwa tidak ditemukan unsur pidana dalam kasus ini dan penyelidikan resmi dihentikan. Pernyataan ini sekaligus menjadi jawaban atas berbagai spekulasi yang sempat beredar di masyarakat mengenai penyebab meninggalnya Lula Lahfah.
“Yang jelas lanjut kami sudah melakukan penyidikan secara maksimal dan saya selaku ketua tim penyelidikan di sini saya rasa sudah cukup bahwa tidak ditemukan adanya peristiwa pidana dan kita harus melaksanakan penghentian penyelidikan di sini terkait penemuan jenazah dari saudari LL,” tandasnya.