Ternyata Ini Alasan Wardatina Mawa Tak Sebarkan Rekaman CCTV Insanul dan Inara ke Publik

Wardatina Mawa, Insanul Fahmi, dan Inara Rusli
Wardatina Mawa, Insanul Fahmi, dan Inara Rusli

 Kasus dugaan perselingkuhan antara Insanul Fahmi dan Inara Rusli terus menjadi perhatian publik. Namun di tengah tingginya rasa penasaran warganet, Wardatina Mawa memilih langkah berbeda. Alih-alih mengikuti desakan publik untuk membagikan rekaman CCTV yang menjadi bukti laporannya, ia justru bersikap tegas menolak. Sikap ini bukan tanpa alasan, melainkan keputusan yang menurutnya paling bijak untuk menjaga masa depan keluarganya, terutama anak-anaknya.

Wardatina Mawa atau Mawa, sapaan akrabnya, mengungkap bahwa dirinya tidak tega membiarkan aib suaminya tersebar dan menjadi konsumsi publik. Meski hubungan rumah tangganya tengah menghadapi badai besar, Mawa tetap memegang prinsip untuk tidak meninggalkan jejak digital buruk yang kelak dapat melukai pihak lain, termasuk anak-anaknya sendiri. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya. 

Wardatina Mawa, Insanul Fahmi, dan Inara Rusli

“Makanya aku harap jejak digital tuh jangan sampai ada. Makanya aku nggak pernah ngeshare video CCTV itu padahal netizen tuh sering banget kan (minta) spill dong kak,” ujarnya yang dikutip dari YouTube Maia Estianty pada Senin, 8 Desember 2025. 

Menurutnya, meski banyak yang meminta bukti visual, hal itu bukan alasan untuk mempermalukan orang lain, terlebih suami yang masih memiliki hubungan hukum dengannya. Ia menambahkan bahwa normalisasi dari warganet seperti permintaan untuk menutup bagian tertentu dalam video tetap tidak cukup alasan untuk melanggarnya. 

“Netizen kan ada aja yang menormalisasikan, ‘udah ditutup aja gitu-gitu’, ya nggak bakalan juga kan. Nggak mungkin untuk konsumsi publik ya buat apa gitu,” katanya.

Prinsip Mawa semakin terlihat ketika ia menyebutkan bahwa video tersebut mengandung sisi yang sangat pribadi. 

“Itu aib juga dan aku statusnya kan juga itu masih suami aku dan aku juga nggak mau kan suami aku diperlihat dipertontonkan auratnya dia,” ungkapnya. 

Meskipun ia sendiri merasakan pedih saat melihat rekaman itu, ia tidak ingin orang lain merasakan hal yang sama atau menghakimi lebih jauh.

Selain menjaga martabat suaminya, faktor terbesar yang mendorong Mawa menahan diri adalah masa depan anak-anaknya. Ia tidak ingin ada jejak digital yang dapat ditemukan anak-anaknya saat beranjak dewasa, apalagi jika hal itu bisa meninggalkan trauma mendalam. 

“Ya walaupun aku melihat sendiri tuh sakit banget, jadi aku nggak mau lah orang lain apalagi itu jejak digital, anak-anak aku kan harus bisa hidup dewasa tanpa ada jejak digital yang pahit ya tentang kasus sifat orang-orang dewasa ini. Jadi jangan sampe anak aku bakalan jadi trauma juga, itu yang aku hindarin,” jelasnya.

Meski Mawa telah menyerahkan rekaman CCTV berdurasi dua jam itu kepada pihak kepolisian sebagai alat bukti resmi, ia tetap menegaskan bahwa publik tidak akan melihatnya. Baginya, menjaga batas privasi dan melindungi anak jauh lebih penting daripada memenuhi permintaan warganet.