Purbaya Bakal Alihkan Anggaran Tak Terserap Buat Bayar Utang
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, anggaran Kementerian/Lembaga (K/L) yang tidak terserap akan dialihkan untuk membayar utang negara.
Hal itu diungkapkannya di acara '1 tahun Prabowo-Gibran: Optimism 8% Economic Growth', yang digelar di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
"Kalau mereka enggak bisa menyerap juga, saya pindahkan anggarannya ke tempat lain atau saya pakai untuk bayar utang," kata Purbaya, Kamis, 16 Oktober 2025.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Dia mengaku tak memiliki niat menargetkan K/L tertentu, yang serapan anggarannya rendah. Tujuannya justru adalah demi mendorong mereka untuk segera menyerap anggaran.
“Masih ada dua minggu, kita lihat sampai akhir Oktober seperti apa. Kalau akhir Oktober belum menyerap juga, dan rencananya enggak terlalu jelas, saya potong,” ujarnya.
Diketahui, sebelumnya Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mengungkapkan realisasi 15 K/L yang menerima pagu anggaran terbesar yakni Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kementerian Pertanian, yang realisasi penyerapan anggarannya yang masih rendah.
“Realisasi belanja K/L sampai dengan September sudah mencapai 62,8 persen dari proyeksi. Beberapa K/L dengan anggaran besar kami soroti bahwa penyerapannya masih di bawah 50 persen,” ujar Suahasil.
Rinciannya, BGN baru membelanjakan anggaran sebesar Rp 19,7 triliun per 30 September 2025, setara 16,9 persen dari proyeksi Rp 116,6 triliun.
Sementara Kementerian PU merealisasikan belanja Rp 41,3 persen atau 48,2 persen dari proyeksi Rp 85,7 triliun, dan Kementan Rp 9 triliun atau 32,8 persen dari proyeksi Rp 27,3 triliun.
Sementara 12 K/L lain yang menerima pagu besar, telah melaporkan realisasi di atas 50 persen. Tercatat bahwa total realisasi belanja 15 K/L dengan anggaran besar, telah mencapai Rp 692 triliun atau 63,1 persen dari pagu Rp 1.097,3 triliun.