Wamendikdasmen Masih Tunggu Hasil Penyelidikan Soal Dugaan Bullying di Kasus Ledakan SMAN 72 Jakarta

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat

 Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipullhayat angkat bicara soal isu dugaan bullying atau perundungan dalam kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta Jumat siang 7 November 2025. Atip menyebut pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.

”Kita masih menunggu penyelidikan yang berwenang, oke. Kita menunggu penyelidikan yang berwenang,” kata dia usai menjenguk Korban SMAN 72 Jakarta dikutip dari tayangan YouTube Sabtu 8 November 2025.

Atip juga mengungkap rasa keprihatinannya atas insiden yang terjadi pada Jumat siang kemarin.  Dia berharap insiden ini tidak terulang lagi di kemudian hari.

”Pertama-taman saya menyampaikan keprihatian atas kejadian ini. Semoga ini tidak terjadi kembali,” kata dia.

Atip juga memastikan korban ledakan mendapat penanganan yang memadai di rumah sakit. Selain itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kata Atip memastikana akan melakukan pemulihan fasilitas sekolah yang terdampak ledakan Jumat siang kemarin. Sehingga kegiatan belajar dan mengajar di sekolah tersebut dapat berjalan normal.

”Saya sudah menengok siswa di rumah sakit ini. Alhamdulillah sudah mendapat penanganan yang cukup dan memadai, Insya Allah akan sembuh. Kami akan melakukan rehabilitasi fasilitas sekolah yang terdampak agar kegiatan belajar mengajar dapat terselenggara sesegera mungkin,” kata dia.

Atip juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menanggung keseluruhan biaya perawatan korban.

 ”Dan tadi disampaikan oleh pihak pemprov semua pengobatan akan ditanggung pemprov,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, sebuah ledakan terjadi di lingkungan SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara Jumat siang 7 November 2025. Berdasarkan keterangan saksi, guru Matematika SMAN 72 Jakarta, Budi Laksono, kejadian itu terjadi saat berlangsungnya salat jumat yang diikuti para siswa dan guru di aula sekolah.

Ketika Khotbah berlangsung, kata Budi, tiba-tiba terdengar suara ledakan cukup keras dari arah belakang aula. Ledakan menyebabkan kepanikan dan menciptakan asap tebal di lokasi kejadian. Akibat kejadian ini, kegiatan belajar mengajar di sekolah untuk sementara dihentikan.

Terkait dengan jumlah korban, berdasarkan keterangan KPAI hingga Jumat (7/11), sebanyak 14 siswa masih menjalani perawatan inap di rumah sakit, dengan 7 di antaranya memerlukan tindakan operasi.

”Ada yang baru masuk, karena awalnya ditangani di puskesmas, tetapi kondisinya tidak memungkinkan, akhirnya dirujuk. Ada sebagian yang harus dioperasi ya. Tadi data terakhir ada sekitar 7 anak," kata Marget di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, dikutip VIVA dari Antara, Sabtu 8 November 2025.

Mayoritas korban adalah anak di bawah 18 tahun. Luka yang dialami beragam, mulai dari cedera kaki, kerusakan kuku jari, hingga keluhan pada telinga dan kepala. Margaret menambahkan, beberapa siswa bahkan harus mengalami prosedur pengangkatan kuku akibat cedera serius. Sementara itu, siswa yang kondisinya membaik telah diperbolehkan pulang. Hal ini menunjukkan bahwa penanganan medis dilakukan secara bertahap sesuai tingkat keparahan cedera masing-masing korban.

Data korban ledakan masih terus berubah. Saat tim KPAI tiba di lokasi, tercatat 33 siswa sedang dirawat di rumah sakit, berbeda dengan data awal dari kepolisian yang menyebut korban sempat mencapai 37 orang. Meski begitu, angka resmi masih belum final karena beberapa korban masih dalam observasi dan perawatan lanjutan.