Isu Medsos Mencuat, Polisi Tetap Fokus Usut Kematian Lula Lahfah
Di tengah ramainya isu Whip Pink yang beredar di media sosial, kepolisian menegaskan tetap fokus mengusut kematian Lula Lahfah secara transparan dan berbasis fakta.
Kedua isu ini muncul bersamaan tak lama setelah selebgram berusia 26 tahun itu meninggal dunia.
Polda Metro Jaya memastikan setiap perkembangan penyelidikan akan disampaikan kepada publik secara terbuka.
Hingga kini, penyidik telah memeriksa sedikitnya 10 orang saksi dari berbagai pihak untuk merangkai kronologi peristiwa secara utuh.
Polisi juga menegaskan tidak menjadikan spekulasi di media sosial sebagai dasar dalam penanganan perkara.
Polisi periksa 10 saksi dari berbagai pihak
Penyidik telah memeriksa sedikitnya 10 orang saksi dalam proses penyelidikan kematian Lula Lahfah.
Pemeriksaan dilakukan untuk merangkai kronologi peristiwa sejak penemuan jenazah hingga penanganan di tempat kejadian perkara.
Saksi yang diperiksa berasal dari berbagai pihak, mulai dari asisten rumah tangga, sopir, teknisi, pengelola apartemen, hingga kekasih mendiang.
Dalam rangkaian tersebut, Reza Arap diperiksa polisi sebagai bagian dari upaya melengkapi keterangan saksi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan pemeriksaan saksi dilakukan secara menyeluruh.
"Penyidik sudah mendalami rangkaian peristiwa, mulai dari penemuan jenazah, olah TKP, hingga pemeriksaan 10 saksi, termasuk ART dan sopir yang pertama kali menemukan, teknisi, pihak apartemen, serta kekasih almarhum," ungkap Budi di Mapolda Metro Jaya, sebagaimana dikutip dari Kompas TV, Rabu (28/1/2026).
Barang bukti diperiksa di laboratorium forensik
Selain keterangan saksi, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian.
Barang bukti kematian Lula Lahfah diperiksa di labfor untuk mendukung pembuktian secara ilmiah.
Pemeriksaan melalui laboratorium forensik polisi dinilai penting untuk memastikan kesimpulan penyelidikan tidak hanya bergantung pada keterangan lisan, tetapi juga hasil uji forensik.
Polisi periksa dokter dan rumah sakit
Untuk memperkuat penyelidikan, polisi periksa dokter dan rumah sakit terkait kematian Lula Lahfah.
Dokter yang mengeluarkan surat keterangan kematian serta pihak Rumah Sakit Pondok Indah dimintai keterangan terkait riwayat medis mendiang.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh informasi medis sebelum kematian dapat diverifikasi secara menyeluruh dan menjadi bagian dari proses hukum.
Keluarga akan dimintai keterangan
Penyidik juga berencana memeriksa keluarga korban. Pemeriksaan ini bertujuan mendalami sejumlah hal penting, termasuk alasan keluarga menolak autopsi, dalam konteks penyelidikan kematian Lula Lahfah meski keluarga tolak autopsi.
Polisi menegaskan proses tersebut tetap berjalan sesuai prosedur dan prinsip transparansi.
"Pasti pihak kepolisian akan sangat transparan terhadap perkembangan informasi terkait peristiwa yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya," kata Budi.
DJ Bravy tempuh jalur hukum soal isu Whip Pink
Di tengah proses penyelidikan, isu Whip Pink Lula Lahfah ramai diperbincangkan di media sosial.
Menanggapi tudingan tersebut, DJ Bravy tempuh jalur hukum dan meminta publik tidak berspekulasi.
"Kita jangan jadi jurnalis dan detektif medsos ya guys. Respect tuh gak susah kok," tulis Bravy dikutip dari , Kamis, (29/1/2026).
Bravy juga menyatakan telah berkonsultasi dengan kuasa hukum.
"Kita sudah sepakat akan mengurus ke jalur hukum buat semua akun yang memberitakan hal-hal tidak benar atau fitnah dengan membawa gue dan teman-teman gue," tambahnya.
Polisi menegaskan klarifikasi polisi soal isu Whip Pink dan kematian Lula Lahfah akan disampaikan berdasarkan hasil penyelidikan resmi.
Hingga kini, proses hukum masih berjalan dan polisi terus mengumpulkan bukti untuk mengungkap fakta kematian Lula Lahfah secara objektif dan terbuka.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang