Jenazah Pelatih Valencia CF Martin Carreras Ditemukan di Pulau Rinca, Teridentifikasi Lewat Ciri Fisik

KM Putri Sakinah, Valencia, Labuan Bajo, Jenazah Pelatih Valencia CF Martin Carreras Ditemukan di Pulau Rinca, Teridentifikasi Lewat Ciri Fisik, Keluarga Pastikan Identitas Korban, Kronologi Penemuan dan Lokasi, Operasi SAR Diperpanjang atas Permintaan Kedubes Spanyol, Daftar Kecelakaan Kapal di Indonesia

Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu jenazah yang dikonfirmasi sebagai pelatih klub bola asal Spanyol Valencia CF, Martin Carreras Fernando, di perairan Pulau Rinca, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/1/2026) pagi.

Martin Carreras merupakan salah satu korban hilang dalam insiden tenggelamnya kapal wisata pinisi KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar pada Jumat (26/12/2025) lalu.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra membenarkan bahwa identitas mayat yang ditemukan tim SAR pada pukul 08.46 Wita tersebut adalah pelatih tim perempuan (Tim B) Valencia CF.

"Iya. Dari hasil identifikasi awal, dengan ciri-ciri yang ada," kata Henry saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu siang.

Keluarga Pastikan Identitas Korban

Kepastian identitas didapat setelah kepolisian berkoordinasi dengan pendamping keluarga korban, Budi Widjaja. Berdasarkan pengecekan fisik, ciri-ciri pada jenazah sesuai dengan data korban yang dilaporkan hilang.

"Pak Budi yang mendampingi keluarga menyatakan memang itu suaminya (pelatih Valencia)," ungkap Henry.

Meski keluarga sudah mengenali korban, pihak kepolisian tetap menjalankan prosedur medis dan administrasi. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polres Manggarai Barat melakukan identifikasi lebih mendalam di RSUD Komodo untuk melengkapi penyelidikan.

"Kami memastikan seluruh tahapan dilakukan secara profesional, humanis, dan berkoordinasi dengan pihak keluarga serta instansi terkait," tegas Henry.

Kronologi Penemuan dan Lokasi

Jenazah pelatih Valencia tersebut ditemukan pertama kali oleh Tim RIB KPJ 2007 milik Ditpolair Polda NTT saat melakukan penyisiran di sekitar Pulau Padar.

Berdasarkan data teknis, jenazah ditemukan mengapung di titik koordinat $8^{circ}36'32.58"S – 119^{circ}36'32.j2"E$. Lokasi ini berjarak sekitar 1,13 nautical mile dari lokasi kejadian kecelakaan kapal (last known position).

Saat ditemukan, korban masih mengenakan celana berwarna oranye.

Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, menjelaskan bahwa jenazah langsung dievakuasi menggunakan RIB Basarnas dan speed KSOP menuju KN SAR Puntadewa untuk dibawa ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo.

Operasi SAR Diperpanjang atas Permintaan Kedubes Spanyol

Operasi pencarian korban KM Putri Sakinah sebenarnya telah memasuki hari kedelapan pada Jumat (2/1/2026). Namun, masa pencarian diputuskan untuk diperpanjang selama tiga hari ke depan.

Perpanjangan ini dilakukan atas permintaan resmi dari Kedutaan Besar Spanyol dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo.

Sebelum penemuan ini, tim sempat mendapatkan titik terang melalui pelacakan sinyal ponsel korban.

Sinyal HP pelatih Valencia tersebut terdeteksi berpindah-pindah di sekitar utara Pulau Padar, Padar Selatan, hingga mendekati Nusa Kode.

"Informasi dari Interpol, ada kerabat keluarga yang mengirimkan pesan SMS atau WhatsApp ke HP korban setelah kejadian. Karena itu HP luar negeri, kami minta bantuan Interpol untuk melacak koordinatnya," jelas Budi Widjaja, Kamis (1/1/2026).

Daftar Kecelakaan Kapal di Indonesia

Tragedi KM Putri Sakinah menambah daftar panjang insiden kecelakaan laut di Indonesia sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026.

Kapal wisata tersebut total mengangkut 11 orang, terdiri dari 5 ABK warga negara Indonesia dan 6 penumpang warga negara asing (WNA) asal Spanyol.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR telah menemukan dua jasad, sementara dua korban lainnya masih dalam proses pencarian intensif.

Berikut adalah rangkuman beberapa insiden kapal tenggelam dalam setahun terakhir:

  • Februari 2025: Kapal ikan karam di Perairan Pulau Suanggi, Laut Banda akibat gelombang tinggi.
  • Juli 2025: KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali.
  • Desember 2025: KM Putri Sakinah tenggelam di perairan Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud, dan KSOP masih terus menyisir area permukaan laut serta garis pantai di sekitar Selat Pulau Padar untuk mencari sisa korban yang belum ditemukan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang