Identitas Jenderal Bintang 2 di Eksekusi Lahan Jusuf Kalla Terungkap, TNI AD Telusuri Perannya
Kehadiran seorang jenderal TNI bintang dua dalam eksekusi lahan milik PT Hadji Kalla di Makassar memicu perhatian publik setelah fotonya beredar luas di media sosial.
Foto tersebut memperlihatkan sang jenderal berada di kawasan eksekusi tanpa mengenakan seragam dinas dan berbincang dengan seseorang di lokasi.
TNI Angkatan Darat kemudian mengonfirmasi identitas perwira tinggi tersebut sebagai Mayor Jenderal TNI Achmad Adipati Karna Widjaja.
Mayjen Achmad Adipati Dikonfirmasi Hadir di Lokasi
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Kolonel Inf Donny Pramono, memastikan bahwa Achmad Adipati adalah Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat.
“Perlu saya sampaikan bahwa benar, Mayor Jenderal TNI Achmad Adipati Karna Widjaja saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat,” kata Donny.
Donny menyampaikan bahwa keberadaan sang jenderal di lokasi eksekusi lahan masih ditelusuri oleh TNI AD.
Ia menegaskan bahwa setiap prajurit TNI AD terikat aturan profesionalitas dan tidak boleh terlibat dalam kepentingan di luar tugas kedinasan.
“Karena itu, TNI Angkatan Darat memandang penting untuk menelusuri terlebih dahulu fakta dan kronologi secara objektif sebelum memberikan pernyataan lebih lanjut,” kata Donny.
Ia meminta publik menunggu hasil klarifikasi resmi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman terhadap institusi.
JK Marah, Tuding Ada Mafia Tanah
Di sisi lain, Jusuf Kalla selaku pemilik PT Hadji Kalla menyampaikan kemarahan setelah lahan seluas 16,4 hektar miliknya dieksekusi oleh Pengadilan Negeri Makassar.
JK menilai putusan itu tidak sah dan menuding adanya mafia tanah yang bermain dalam sengketa tersebut.
“Kalau begini, nanti seluruh kota (Makassar) dia akan mainkan seperti itu, merampok seperti itu. Kalau Hadji Kalla saja dia mau main-main, apalagi yang lain,” kata JK.
JK menegaskan bahwa tanah tersebut telah dimiliki Hadji Kalla sejak 1993 dengan membeli langsung dari keturunan Raja Gowa.
“Padahal, ini tanah saya sendiri yang beli dari Raja Gowa, kita beli dari anak Raja Gowa. Ini kan dulu masuk Gowa ini. Sekarang masuk Makassar,” kata JK.
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) yang mendatangi langsung lokasi lahan yang kini tengah berpolemik di kawasan Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Rabu (5/11/2025).
Sengketa Dua Perusahaan Masih Berlangsung
Lahan seluas 16,4 hektar itu menjadi sengketa antara PT Hadji Kalla dan PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD).
Pengadilan memenangkan pihak GMTD, sementara JK bersikeras bahwa eksekusi tidak sah dan tidak mengakui putusan tersebut.
Di tengah polemik itu, kehadiran Mayjen Achmad Adipati di lokasi eksekusi menambah sorotan terhadap proses hukum yang sedang berjalan.
TNI AD kini menelusuri peran dan alasan sang jenderal berada di lokasi untuk memastikan tidak ada pelanggaran kode etik atau konflik kepentingan.
Sebagian artikel ini telah tayang di KOMPAS.com dengan judul .
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.