Tangis Reza Arap di Pemakaman Lula Lahfah: Kenapa Semua Orang Engga Mau Dengerin Gue?

Lula Lahfah, influencer yang meninggal dunia di usia 26 tahun pada Jumat (23/1/2026), telah dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Rawa Trate, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (24/1/2026) siang.
Musisi sekaligus YouTuber Reza Arap Oktovian, terlihat tak kuasa menahan tangis di pemakaman sang kekasih.
Diberitakan , Sabtu, Reza tampak menangis terisak-isak dan bersujud di area pelataran TPU Rawa Trate.
“Kenapa enggak dengerin gue, jawab,” ucap Reza Arap di depan pusara, di sela isak tangisnya.
Kemudian, Reza kembali meluapkan kesedihannya sambil menangis histeris. Teman-temannya lalu menutupi Reza Arap dan menenangkannya.
“Kenapa semua orang enggak mau dengerin gue,” ucapnya lagi.
Reza Arap yang siang itu mengenakan busana hitam, terlihat duduk di dekat liang lahad hingga prosesi pemakaman selesai.
Sebelumnya, jenazah Lula Lahfah telah dishalatkan di Masjid RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
Ciuman terakhir Arap
Reza Arap turut menggotong keranda jenazah Lula Lahfah di TPU Rawa Trate, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (24/1/2026).
Dilansir dari Tribun, setelah Lula dimakamkan, Reza Arap masih terlihat masih berjongkok sendirian di depan pusara.Ia berusaha tersenyum sembari mengusap-usap nisan Lula.
Sesekali ia juga memainkan bunga-bunga yang sudah ditabur oleh kerabat dan keluarga Lula sebelumnya.
Suaranya bergetar saat ia mengucap tak akan menangis di depan pusara Lula.
"I dont wanna cry," ucap Reza Arap lirih.
Setelah itu, Reza mencium nisan Lula dan kemudian pergi menyusul rekan-rekannya.
Kronologi Lula ditemukan meninggal dunia
Diberitakan sebelumnya, Lula Lahfah meninggal dunia di kamar unit apartemennya di wilayah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dalam kondisi telentang di atas tempat tidur dengan selimut putih.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih, menjelaskan bahwa pihak kepolisian menerima laporan terkait penemuan seorang perempuan muda yang meninggal dunia di unit apartemen tersebut sekitar pukul 18.44 WIB.
Penemuan korban dimulai dari kecurigaan Asisten Rumah Tangga (ART) bernama Asiah, yang merasa khawatir karena Lula tidak memberikan respons meski sudah dipanggil dari luar kamar.
Awalnya, Asiah menduga korban sedang dalam kondisi tidak sehat. Namun karena tak juga menjawab, Asiah kemudian meminta bantuan manajemen apartemen untuk membuka pintu kamar.
Saat pintu dibuka, Asiah bersama empat petugas manajemen mendapati Lula dalam posisi telentang di atas tempat tidur.
Saat itu, Lula ditemukan dalam kondisi mulut terbuka dengan warna bibir sudah kebiruan. Pemeriksaan awal menunjukkan denyut nadi dan detak jantung sudah tidak ada.
Jenazah Lula Lahfah kemudian dibawa ke RS Fatmawati untuk menjalani visum.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang