Kenapa Orang yang Takut Menikah Sering Julid pada Pasangan yang Menikah?
Salah satu perilaku negatif orang yang takut menikah adalah mencemooh alias berlaku julid pada orang-orang yang memutuskan untuk menikah.
Adapun julid adalah iri dan dengki dengan keberhasilan orang lain, biasanya dilakukan dengan menulis komentar, status, atau pendapat di media sosial yang menyudutkan orang tertentu, dilansir dari laman Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jumat (19/9/2025).
Mengapa mereka melakukan hal demikian? Begini penjelasan psikolog klinis Yustinus Joko Dwi Nugroho, M.Psi. yang berpraktik di RS DR Oen Solo Baru saat dihubungi beberapa waktu lalu.
Kenapa orang yang takut menikah julid dengan yang menikah?
Julid sebagai mekanisme pertahanan diri
Orang yang takut menikah kadang mencemooh atau berlaku julid pada pasangan yang menikah. Psikolog ungkap alasannya berikut ini.
Menurut Joko, orang yang takut menikah terkadang bisa memandang pernikahan sebagai sesuatu yang salah. Hal ini merupakan bentuk pertahanan diri.
“Jadi terkadang mereka menyalahkan pernikahan. Itu sebenarnya adalah mekanisme pertahanan diri. Dalam psikologi, ada juga dalam mekanisme pertahanan diri itu yang namanya projection,” jelas Joko.
Ada beberapa ucapan yang mungkin pernah atau sering didengar oleh pasangan yang memutuskan untuk berkeluarga, seperti, “Yah, kamu sih sudah nikah. Jadi susah kan diajak main”, atau “Nikah kan bahagianya cuma tahun-tahun awal saja, hati-hati nanti bosan”.
Julid sebagai mekanisme pertahanan diri ini bisa disebut sebagai “strategi” psikologis yang secara tidak sadar digunakan oleh seseorang untuk mengurangi kecemasan, dan melindungi diri, dari pikiran atau emosi yang menyakitkan.
“Menertawakan atau meremehkan orang-orang yang menikah itu untuk apa? Untuk menutupi kecemasan dan kerentanan diri mereka sendiri,” kata Joko.
Di sisi lain, ada keinginan (longing) akan pernikahan yang belum tercapai, entah karena belum menemukan pasangan yang tepat atau kendala lainnya.
Meyakinkan diri sendiri dengan berlaku julid
Orang yang takut menikah kadang mencemooh atau berlaku julid pada pasangan yang menikah. Psikolog ungkap alasannya berikut ini.
Lebih lanjut, Joko menerangkan, berperilaku julid pada orang lain adalah bentuk dari rasionalisasi, atau meyakinkan diri sendiri dengan memproyeksikan perasaan atau kekhawatiran pribadinya kepada orang lain.
“Misalnya, ‘Menjadi single itu kan lebih bebas!’. Seakan-akan meyakinkan bahwa diri mereka yang melajang itu baik-baik saja, atau, ‘Saya bisa mandiri kok, saya enggak butuh pasangan, saya bisa hidup tanpa pasangan’,” kata Joko.
Padahal menikah atau tidak menikah bisa sama-sama bahagia asalkan keputusan diambil secara sadar dan sukarela.
“Kebahagiaan ditentukan oleh kualitas hidup, relasi, dan cara seseorang memaknai kehidupannya,” pungkas Joko.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.