Pertumbuhan Mobil Hybrid di Indonesia, PHEV Naik Pesat

 Wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) mobil hybrid mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun.

Meskipun di 2025 angkanya tertinggal dari mobil listrik, Hybrid Electric Vehicle (HEV) menunjukkan pertumbuhan yang stabil.

Tren positif juga terlihat untuk Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Sebelumnya, PHEV ditawarkan dengan harga cenderung lebih mahal ketimbang mobil hybrid konvensional.

Namun kehadiran manufaktur mobil Cina mengubah hal tersebut. Merek seperti Chery memboyong PHEV dengan banderol kompetitif.

Indikator Baterai Innova Zenix Hybrid, Januari-Desember 2019 (Total: 812 unit), Januari-Desember 2020 (Total: 1.199 unit), Januari-Desember 2021 (Total:2.518 unit), Januari-Desember 2022 (Total: 10.354 unit), Januari-Desember 2023 (Total: 54.307 unit), Januari-Desember 2024 (Total:60.039 unit), Januari-Desember 2025 (Total: 72.213 unit)

Awalnya harga PHEV di Indonesia tembus Rp 1 miliar. Merek Tiongkok menghadirkan alternatif seharga Rp 400 juta sampai Rp 500 jutaan ke atas.

Mundur tujuh tahun ke belakang, pada 2019 wholesales mobil hybrid adalah 787 unit disusul PHEV 25 unit.

Di 2020 angkanya perlahan naik menjadi 1.191 unit untuk mobil hybrid. Namun PHEV justru anjlok, hanya tersalurkan delapan unit di periode tersebut.

Pertumbuhan paling signifikan terlihat di 2025. Tahun itu ada 65.943 unit mobil hybrid dikirimkan ke diler, sementara PHEV menyentuh rekor tertingginya yakni 5.270 unit.

Padahal di 2024 wholesales PHEV baru bisa mencapai 136 unit. Di 2025, angkanya naik pesat dan memiliki pangsa pasar 0,7 persen.

PHEV Kian Populer

Merek Jepang seperti Toyota dan Mitsubishi sebelumnya sudah menjual PHEV. Namun harganya adalah Rp 1 miliar ke atas.

Seiring berjalannya waktu merek mobil Cina seperti Chery untuk pertama kalinya membawa Tiggo 8 CSH, Sport Utility Vehicle (SUV) PHEV berkonfigurasi tujuh penumpang.

Jadi hal menarik sebab harganya bisa ditekan di angka Rp 500 jutaan, 50 persen lebih rendah dibandingkan para pesaingnya.

Geely juga mengambil langkah serupa dengan membawa Starray EM-i yang dapat menampung lima penumpang.

Harga tampaknya bermain peran penting dalam mempopulerkan PHEV di dalam negeri. Meskipun merupakan teknologi yang tergolong baru, varian model dari berbagai merek jadi pertimbangan tersendiri bagi konsumen.

Wholesales Mobil Hybrid di Indonesia 2019-2025

Januari-Desember 2019 (Total: 812 unit)

  • HEV: 787 unit
  • PHEV: 25 unit

Januari-Desember 2020 (Total: 1.199 unit)

  • HEV: 1.191 unit
  • PHEV: 8 unit

Januari-Desember 2021 (Total:2.518 unit)

  • HEV: 2.472 unit
  • PHEV: 46 unit
Geely Starray EM-i Buatan Purwakarta Mulai Diserahkan ke Konsumen, Januari-Desember 2019 (Total: 812 unit), Januari-Desember 2020 (Total: 1.199 unit), Januari-Desember 2021 (Total:2.518 unit), Januari-Desember 2022 (Total: 10.354 unit), Januari-Desember 2023 (Total: 54.307 unit), Januari-Desember 2024 (Total:60.039 unit), Januari-Desember 2025 (Total: 72.213 unit)

Januari-Desember 2022 (Total: 10.354 unit)

  • HEV: 10.344 unit
  • PHEV: 10 unit

Januari-Desember 2023 (Total: 54.307 unit)

  • HEV: 54.179 unit
  • PHEV: 128 unit

Januari-Desember 2024 (Total:60.039 unit)

  • HEV: 59.903 unit
  • PHEV: 136 unit

Januari-Desember 2025 (Total: 72.213 unit)

  • HEV: 65.943 unit
  • PHEV: 5.270 unit