Ciri-ciri Mobil Hybrid dan Listrik Bekas Banjir, Wajib Tahu
Minat terhadap mobil hybrid dan kendaraan listrik bekas terus meningkat. Namun, calon pembeli perlu lebih teliti, terutama setelah sejumlah wilayah di Indonesia beberapa kali dilanda banjir.
Pasalnya, mobil yang pernah terendam banjir tidak selalu mudah dikenali. Apalagi jika kendaraan sudah dibersihkan dan diperbaiki sebelum dijual kembali.
Pada mobil hybrid dan listrik, risiko kerusakan akibat banjir juga berbeda dibandingkan kendaraan konvensional karena melibatkan komponen elektrikal dan baterai bertegangan tinggi.
Cek Bekas Lumpur
Kepala Teknisi Domo Hybrid EV Yogig Pramono mengatakan, salah satu cara paling mudah untuk mendeteksi mobil bekas banjir adalah memeriksa sisa-sisa lumpur yang masih tertinggal di kendaraan.
Menurut dia, bekas banjir umumnya sulit dihilangkan secara sempurna meskipun mobil sudah dicuci dan dibersihkan.
"Bisa ketahuan dari bekas banjir atau masih ada lumpur. Karena kalau bekas banjir itu tidak bisa bersih 100 persen pasti ada saja bekas-bekas lumpur, yang dari body juga kelihatan bekasnya," kata Yogig kepada Kompas.com, Rabu (10/6/2026).
Karena itu, calon pembeli sebaiknya memeriksa area-area yang jarang tersentuh saat proses pembersihan, seperti sela interior, kolong jok, bagasi, hingga bagian bawah dasbor.
baterai mobil listrik
Kondisi Baterai
Selain memeriksa fisik kendaraan, kondisi baterai juga perlu menjadi perhatian utama.
Menurut Yogig, baterai mobil hybrid maupun listrik yang pernah terendam banjir tidak selalu langsung menunjukkan gejala kerusakan.
Pada awalnya, setelah dibersihkan dan dikeringkan, kendaraan bisa saja kembali beroperasi normal. Namun masalah biasanya mulai muncul beberapa bulan setelah kejadian banjir.
"Dan kalo dari kondisi baterai biasanya akan ketahuan setelah 6 bulan atau satu tahun kemudian, pasti mengalami penurunan State of Health (SOH) battery," kata Yogig.
Kerusakan Berbulan-bulan Kemudian
Yogig mencontohkan kasus baterai Toyota Corolla Cross Hybrid yang pernah terendam BANJIR. Saat pertama kali diperiksa sekitar tiga bulan setelah kejadian, kerusakan yang ditemukan masih terbatas pada sekitar 10 sel baterai.
Namun setelah kendaraan digunakan dalam jangka waktu lebih lama, kondisi baterai terus memburuk.
"Ada baterai Corolla Cross Hybrid habis kerendam banjir. Awal 3 bulan baru dibersihin di sini, baterai cuman rusak kurang lebih 10 sel. Sudah mau satu setengah tahun ternyata kemarin di cek sudah rusak semua baterainya," kata Yogig.
Baterai mobil hybrid Toyota
Tiba-tiba Tidak Mau Menyala
Menurut Yogig, komponen baterai termasuk bagian elektrikal yang cukup sulit diprediksi setelah terkena banjir. Karena itu, tidak ada jaminan baterai yang sudah dibersihkan akan tetap aman dalam jangka panjang.
"Sebenernya kalo baterai kan masuknya elektrikal jadi kita tidak bisa pastikan baterai habis kerendam ini kan bertahan sampai kapan," kata Yogig.
Ia menjelaskan, banyak kasus di mana kendaraan terlihat normal setelah proses pembersihan, tetapi mulai mengalami masalah setelah enam bulan hingga satu tahun.
"Sekarang dibersihkan dikeringkan, pasti aman-aman saja awalnya. Tapi kalau sudah 6 bulan pasti akan ada masalah tiba-tiba mobil diam semalam langsung drop. Tidak bisa dinyalakan," kata Yogig.
Tergiur Harga Murah
Untuk itu, calon pembeli mobil hybrid atau listrik bekas disarankan tidak hanya mengandalkan tampilan fisik kendaraan saat melakukan inspeksi.
Riwayat kendaraan, hasil pengecekan kesehatan baterai atau SOH, serta pemeriksaan menyeluruh pada sistem elektrikal menjadi hal yang penting dilakukan sebelum transaksi.
Apalagi kerusakan akibat banjir pada baterai tidak selalu muncul secara langsung. Dalam beberapa kasus, masalah baru terasa setelah kendaraan digunakan selama berbulan-bulan, ketika biaya perbaikannya justru bisa jauh lebih mahal dibandingkan selisih harga unit bekas yang ditawarkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang