Mengenal Proses Balancing pada Baterai Mobil Hybrid dan EV

Mengenal Proses Balancing pada Baterai Mobil Hybrid dan EV

Salah satu keluhan yang kerap dirasakan pemilik mobil listrik maupun hybrid setelah beberapa tahun penggunaan adalah berkurangnya jarak tempuh kendaraan. Padahal, baterai masih dapat diisi hingga penuh dan tidak menunjukkan gejala kerusakan yang signifikan.

Kondisi tersebut belum tentu menandakan baterai harus diganti. Dalam beberapa kasus, performa baterai yang menurun masih dapat diperbaiki melalui proses balancing.

Kepala Teknisi Domo Hybrid EV, Yogig Pramono, menjelaskan bahwa balancing merupakan proses menyamakan tegangan atau voltase setiap sel baterai agar kembali bekerja secara optimal.

Fungsi Balancing pada Baterai Hybrid dan EV

Menurut Yogig, seiring penggunaan, kondisi setiap sel baterai bisa mengalami perbedaan voltase. Akibatnya, kinerja paket baterai secara keseluruhan menjadi tidak maksimal.

"Balancing itu menyamakan isi atau voltase setiap sel baterai biar menjadi sama. Misal ada 3 sel baterai dengan volt yang berbeda, nanti volt yang tinggi akan berkurang untuk mengisi volt yang rendah sampai hampir sama," kata Yogig, kepada Kompas.com di Jakarta Utara, belum lama ini.

Dengan voltase yang kembali seimbang, sistem baterai dapat bekerja lebih efisien sehingga performa kendaraan dan jarak tempuh berpotensi kembali meningkat.

Mengenal Proses Balancing pada Baterai Mobil Hybrid dan EV

contoh battery monitor pada mobil hybrid Toyota Camry

Jarak Tempuh Berkurang Belum Tentu Baterai Rusak

Yogig mengatakan, salah satu tanda yang bisa dirasakan pemilik kendaraan adalah berkurangnya jarak tempuh dalam sekali pengisian daya.

Sebagai contoh, apabila saat dalam kondisi baru, kendaraan mampu menempuh jarak hingga 300 kilometer dalam sekali pengisian baterai penuh, setelah satu hingga dua tahun pemakaian angka tersebut bisa saja menurun.

Menurut Yogig, apabila penurunan jarak tempuh masih berada di kisaran 30 persen, kondisi tersebut masih berpotensi diperbaiki melalui proses balancing.

"Tapi kalau misal ngerasanya berkurangnya 30 persen-an itu, mungkin bisa ketolong sama balancing dulu," kata Yogig.

Namun, jika penurunan performa sudah mencapai hampir 50 persen, ada kemungkinan salah satu atau beberapa sel baterai telah mengalami kerusakan.

"Tapi kalau misal berkurangnya hampir 50 persen, kemungkinan ada baterai yang udah benar-benar rusak," kata Yogig.

Mengenal Proses Balancing pada Baterai Mobil Hybrid dan EV

Baterai mobil hybrid

Balancing Bukan Solusi untuk Baterai yang Sudah Rusak

Meski dapat membantu mengembalikan performa baterai, balancing bukan berarti dapat memperbaiki sel baterai yang sudah mengalami kerusakan.

Yogig menjelaskan, setelah dilakukan balancing, pemilik kendaraan tetap perlu memantau performa baterai dalam beberapa siklus pengisian daya.

"Tapi kalau nanti udah di-balancing, ternyata dipakai nge-cas sampai kurang lebih lima kali cas, terus berkurang lagi jarak tempuhnya, nah itu berarti ada kemungkinan baterai sudah mengalami kerusakan," kata Yogig.

Karena itu, balancing dapat menjadi langkah awal untuk mengetahui apakah penurunan performa baterai disebabkan ketidakseimbangan voltase antar sel atau memang sudah terjadi kerusakan pada komponen baterai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang