Mulai Muncul di Pasar, Mau Beli Mobil Hybrid dan EV Bekas?

Mulai Muncul di Pasar, Mau Beli Mobil Hybrid dan EV Bekas?

Tren kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus berkembang. Tidak hanya unit baru, mobil hybrid dan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) bekas kini mulai banyak tersedia di pasar mobil seken.

Bagi sebagian konsumen, membeli kendaraan elektrifikasi bekas menjadi alternatif menarik karena harganya lebih terjangkau dibanding unit baru. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk membelinya.

Kepala Teknisi Domo Hybrid EV Yogig Pramono mengatakan, pemeriksaan kondisi baterai menjadi langkah paling penting saat ingin membeli mobil hybrid maupun EV bekas.

"Bagi yang ingin beralih ke mobil hybrid atau mobil EV, apalagi kalau mau beli mobil bekas, hal yang perlu diperhatikan itu yang terutama di baterainya, atau sistem-sistem di hybrid atau sistem EV-nya," kata Yogig saat ditemui di Jakarta Utara, belum lama ini.

Mulai Muncul di Pasar, Mau Beli Mobil Hybrid dan EV Bekas?

Baterai mobil listrik Seres E1

Cek Kondisi Baterai dengan Scanner

Menurut Yogig, kondisi baterai pada kendaraan elektrifikasi tidak bisa dinilai hanya dari tampilan fisik atau test drive singkat. Diperlukan alat scanner untuk mengetahui kesehatan baterai secara lebih akurat.

"Biasanya calon pemilik akan tahu untuk sistem ini bagus atau tidak untuk kondisi baterainya, itu biasanya by scanner," kata Yogig.

Melalui metode pemeriksaan ini, calon pembeli dapat mengetahui berbagai data penting terkait baterai, termasuk kondisi voltase hingga State of Health (SOH) atau tingkat kesehatan baterai.

"Nanti kalian akan tahu nih kondisi voltasenya, terus SOH-nya itu ada di berapa persen," kata Yogig.

Semakin tinggi angka SOH, umumnya kondisi baterai masih semakin baik dan kapasitas penyimpanannya masih mendekati kondisi saat baru.

Mulai Muncul di Pasar, Mau Beli Mobil Hybrid dan EV Bekas?

Bengkel resmi Suzuki

Periksa di Bengkel Resmi

Yogig menyarankan calon pembeli membawa kendaraan yang akan dibeli ke bengkel resmi atau bengkel spesialis kendaraan elektrifikasi untuk dilakukan pemeriksaan menyeluruh.

"Biasanya saya menyarankan, lebih enaknya dibawa ke bengkel resminya atau boleh dibawa ke sini nanti kita cek untuk kondisi baterainya dengan scanner,," kata Yogig.

Menurut dia, langkah tersebut dapat membantu pembeli mengetahui kondisi sebenarnya dari sistem hybrid maupun sistem kelistrikan kendaraan sebelum transaksi dilakukan.

Jangan Hanya Fokus pada Mesin

Untuk mobil hybrid, Yogig mengatakan pemeriksaan mesin bensin pada dasarnya tidak jauh berbeda dibanding mobil konvensional.

Meski demikian, perhatian utama tetap harus diberikan pada sistem hybrid dan kondisi baterainya karena komponen tersebut menjadi pembeda utama dibanding kendaraan bermesin konvensional.

Karena itu, sebelum membeli mobil hybrid atau EV bekas, konsumen sebaiknya tidak hanya melihat kondisi eksterior, interior, maupun performa mesin. Pemeriksaan kesehatan baterai dan sistem elektrifikasi menjadi hal yang wajib dilakukan agar terhindar dari biaya perbaikan yang besar di kemudian hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang