Apakah Mobil Hybrid Boleh Menggunakan BBM RON Rendah?

mobil hybrid, Apakah Mobil Hybrid Boleh Menggunakan BBM RON Rendah?

Kenaikan harga bahan bakar membuat sebagian pemilik mobil mencari cara untuk menekan biaya operasional, salah satunya dengan menggunakan BBM beroktan lebih rendah dari rekomendasi pabrikan.

Namun, langkah tersebut sebaiknya dipertimbangkan dengan matang, terutama pada kendaraan hybrid yang mengandalkan kombinasi mesin bensin dan motor listrik untuk mencapai efisiensi optimal.

Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM), Jayan Sentanuhady, mengatakan penggunaan BBM dengan angka oktan (RON) lebih rendah dari yang direkomendasikan berisiko menimbulkan knocking atau pembakaran tidak normal di dalam mesin.

"RON rendah lebih mudah terbakar sebelum waktunya saat kompresi tinggi, sehingga pembakaran tidak sempurna dan menimbulkan getaran pada mesin," kata Jayan kepada Kompas.com, baru-baru ini.

mobil hybrid, Apakah Mobil Hybrid Boleh Menggunakan BBM RON Rendah?

Ilustrasi BBM. (ABC/Nic MacBean). Kebijakan pemerintah yang resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax per Rabu (10/6/2026) langsung memicu keresahan mendalam bagi masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Performa Menurun

Menurut dia, dampak yang paling terasa adalah penurunan performa mesin, terutama saat kendaraan beroperasi menggunakan mesin bensin dan bukan mode EV murni.

Meski sebagian besar mobil hybrid modern sudah dilengkapi sensor knocking, sistem tersebut hanya berfungsi sebagai perlindungan agar mesin tetap aman saat menggunakan bahan bakar yang kualitasnya kurang sesuai.

Engine Control Unit (ECU) akan menyesuaikan waktu pengapian untuk mengurangi risiko knocking. Namun, konsekuensinya tenaga mesin dapat berkurang dan akselerasi terasa lebih berat.

"Konsumsi bahan bakar bisa menjadi lebih boros. Mesin harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan tenaga yang sama, sehingga efisiensi hybrid tidak optimal," kata Jayan.

Selain itu, penggunaan BBM beroktan rendah juga berpotensi mempercepat terbentuknya kerak karbon di ruang bakar dan injektor.

Pembakaran yang kurang sempurna menghasilkan lebih banyak residu yang dalam jangka panjang dapat menumpuk dan mengganggu kinerja mesin.

Menurut Jayan, knocking yang terjadi secara terus-menerus juga dapat mempercepat keausan komponen internal mesin seperti piston, ring piston, hingga klep.

Sesuai Rekomendasi

Meski sistem hybrid membantu mengurangi beban kerja mesin bensin, kebutuhan akan BBM sesuai spesifikasi pabrikan tetap tidak bisa diabaikan.

"Sistem hybrid memang membantu mengurangi beban mesin, tetapi tetap tidak menghilangkan kebutuhan akan bahan bakar berkualitas sesuai spesifikasi," kata Jayan.

Jayan mengatakan, untuk mencapai efisiensi dan emisi rendah yang menjadi tujuan utama teknologi hybrid, penggunaan BBM sesuai rekomendasi pabrikan sangat diperlukan.

"Penurunan performa juga terjadi pada mobil hybrid model serial. Meski mesin bakar hanya berfungsi sebagai pengisi daya baterai, beban kerja mesin dan emisi tetap akan meningkat jika menggunakan BBM yang tidak sesuai," ucap Jayan.

Karena itu, pemilik mobil hybrid disarankan tetap mengikuti rekomendasi pabrikan terkait penggunaan bahan bakar.

Selain menjaga performa dan efisiensi, langkah tersebut juga membantu memperpanjang usia pakai komponen mesin dalam jangka panjang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang