Biaya Perbaikan Baterai Mobil Hybrid, Ganti Per Sel Mulai Rp 1,2 Juta

baterai, baterai mobil hybrid, Biaya Perbaikan Baterai Mobil Hybrid, Ganti Per Sel Mulai Rp 1,2 Juta

Salah satu kekhawatiran yang masih sering muncul di kalangan calon pengguna mobil hybrid adalah biaya perbaikan baterai. Tidak sedikit yang menganggap ketika baterai bermasalah, seluruh komponen harus diganti dengan biaya yang sangat mahal.

Padahal, pada beberapa kasus kerusakan, perbaikan baterai mobil hybrid tidak selalu dilakukan dengan mengganti satu paket baterai secara utuh. Bengkel spesialis umumnya dapat melakukan penggantian per sel atau modul yang mengalami kerusakan.

Kepala Teknisi Domo Hybrid EV, Yogig Pramono, mengatakan, metode tersebut banyak diterapkan pada mobil hybrid Toyota yang cukup sering masuk ke bengkelnya, seperti Toyota Camry Hybrid.

Tidak Harus Ganti Satu Paket Baterai

Menurut Yogig, baterai mobil hybrid terdiri dari banyak sel yang bekerja secara bersamaan. Ketika terjadi kerusakan pada satu atau beberapa sel, teknisi akan melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum menentukan langkah perbaikan.

"Kalau untuk penggantian baterai, mobil yang sering ke sini seperti Camry Hybrid. Untuk baterai Toyota itu hampir sama semua. Kalau ada kerusakan, biasanya kita gantinya per sel atau per modul," ujar Yogig saat ditemui Kompas.com, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (3/6/2026).

Sel Bekas Dibanderol Rp 1,2 Juta

Yogig menjelaskan, untuk penggantian menggunakan sel baterai bekas atau copotan dengan kondisi kesehatan baterai (State of Health/SOH) masih di atas 80 persen, biayanya relatif lebih terjangkau.

"Untuk baterai second dengan kondisi masih 80 persen ke atas, kita banderol Rp 1,2 juta per sel. Itu belum termasuk jasa pemasangan. Garansinya tiga bulan," kata Yogig.

Harga tersebut berlaku untuk satu sel baterai. Karena itu, total biaya perbaikan akan menyesuaikan jumlah sel yang harus diganti.

Meski menggunakan komponen copotan, Yogig menyebut daya tahan baterai tetap bisa cukup panjang asalkan kondisi sel lain masih dalam keadaan baik dan memiliki tegangan yang seimbang. Sebagai contoh, Toyota Camry Hybrid memiliki 34 sel baterai dalam satu paket.

baterai, baterai mobil hybrid, Biaya Perbaikan Baterai Mobil Hybrid, Ganti Per Sel Mulai Rp 1,2 Juta

Sel baterai mobil hybrid

Tegangan Harus Seimbang

Menurut Yogig, setelah penggantian dilakukan, seluruh sel baterai akan diuji kembali untuk memastikan tegangan antar sel tetap seimbang.

"Nanti yang sel lainnya kita tes dulu. Kita cek voltase sebelum dan sesudah penggantian, sudah balance atau belum. Karena toleransi voltase itu sekitar 0,5 volt," ujarnya.

Apabila sel yang baru dipasang memiliki perbedaan tegangan di bawah batas toleransi tersebut, umur pakainya masih tergolong panjang.

"Kalau setelah dicek perbedaan voltasenya sekitar 0,2 volt atau kurang dari 0,5 volt, biasanya bisa tahan dua sampai tiga tahun," kata Yogig.

Sel Baru Dibanderol Rp 2 Juta

Selain menyediakan sel bekas, Domo Hybrid juga menawarkan sel baterai baru untuk konsumen yang menginginkan usia pakai lebih panjang. Namun, biaya yang harus dikeluarkan tentu lebih besar.

"Kalau untuk sel baru, harganya sekitar Rp 2 juta per sel," ujar Yogig.

Menurut dia, sistem penggantian per sel seperti ini justru membuat biaya perbaikan lebih fleksibel dibanding harus mengganti satu paket baterai secara keseluruhan.

Metode penggantian per sel atau modul menjadi salah satu solusi yang banyak dipilih pemilik mobil hybrid, terutama untuk kendaraan yang usianya sudah cukup lama.

Dengan cara tersebut, pemilik kendaraan tidak perlu langsung mengeluarkan biaya puluhan juta rupiah untuk mengganti satu paket baterai, selama kerusakan masih terbatas pada beberapa sel dan kondisi baterai lainnya masih layak digunakan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang