Toyota Veloz Hybrid Masih Inden
Tren kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif. Salah satu model yang masih mendapat perhatian konsumen adalah Toyota Veloz Hybrid yang penjualannya diklaim tetap stabil sepanjang tahun ini.
Di tengah persaingan pasar yang semakin beragam, minat konsumen terhadap MPV berteknologi hybrid tersebut belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Bahkan, sejumlah varian masih harus menunggu antrean pengiriman karena tingginya permintaan.
Chief Executive Officer Auto2000, Anton Jimmi Suwandy, mengungkapkan bahwa surat pemesanan kendaraan (SPK) Toyota Veloz Hybrid masih berada di level yang cukup baik.
"Kalau saya lihat di lapangan secara umum SPK Veloz Hybrid sejauh ini masih stabil," ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Kamis 4 juni 2026.
Menurut Anton, jumlah pemesanan Veloz Hybrid setiap bulan berada di kisaran 800 hingga 1.000 unit, tergantung kondisi pasar dan jumlah hari kerja pada bulan tersebut.
"Kadang-kadang di bulan yang banyak liburan mungkin sekitar 800 unit, mungkin 900 unit, kadang-kadang sampai 1.000 unit. Jadi antara range itu," tuturnya.
Tidak hanya itu, tingginya minat konsumen juga terlihat dari masih adanya antrean untuk beberapa tipe tertentu. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa permintaan terhadap MPV elektrifikasi Toyota itu masih cukup kuat.
"Sampai bulan lalu pun SPK masih cukup baik. Dan masih ada beberapa tipe yang bahkan masih inden. Seperti tipe Q, Q Modellista, dan Q Modellista Premium masih ada inden," kata Anton.
Toyota Veloz Hybrid sendiri menjadi salah satu model elektrifikasi yang menyasar konsumen keluarga. Mobil tersebut menggabungkan konfigurasi tujuh penumpang dengan teknologi hybrid yang menawarkan efisiensi bahan bakar lebih baik dibanding model bermesin konvensional.
Selain mengandalkan sistem hybrid, Veloz Hybrid juga dibekali sejumlah fitur modern seperti Toyota Safety Sense, rem parkir elektrik dengan auto brake hold, layar instrumen digital, hingga head unit berukuran besar yang mendukung konektivitas smartphone.
Secara dimensi, MPV tersebut memiliki panjang sekitar 4,4 meter dengan kabin yang dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan keluarga Indonesia. Ruang bagasi yang fleksibel dan konfigurasi kursi yang mudah diatur menjadi salah satu daya tariknya.
Meski pasar otomotif nasional masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi, termasuk fluktuasi nilai tukar dan biaya operasional yang meningkat, Auto2000 melihat permintaan terhadap kendaraan hybrid tetap menunjukkan tren yang positif.
Stabilnya pemesanan Toyota Veloz Hybrid menjadi indikasi bahwa semakin banyak konsumen yang mulai mempertimbangkan teknologi elektrifikasi sebagai pilihan kendaraan harian tanpa harus beralih sepenuhnya ke mobil listrik murni.