China Perketat Aturan Mobil Hybrid

Ilustrasi mobil hybrid
Ilustrasi mobil hybrid

 China mulai melakukan "bersih-bersih" teknologi mobil hybrid jenis Extended Range Electric Vehicle (EREV), seiring pesatnya pertumbuhan pasar kendaraan elektrifikasi di negara tersebut.

Pemerintah setempat resmi menerbitkan standar industri terbaru yang mengatur sistem range extender, yakni mesin berbahan bakar bensin yang berfungsi sebagai pembangkit listrik untuk mengisi daya baterai saat kapasitasnya mulai menurun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Disadur VIVA Otomotif dari Carnewschina, Minggu 7 Juni 2026, aturan baru itu akan mulai berlaku pada November 2026 dan menggantikan regulasi lama yang telah digunakan selama delapan tahun terakhir.

Jika sebelumnya banyak ketentuan hanya bersifat umum, kini China menetapkan standar yang lebih rinci dan terukur. Mulai dari akurasi pengaturan daya, ketahanan komponen, tingkat getaran, kebisingan, hingga kompatibilitas elektromagnetik yang berkaitan dengan sistem elektronik kendaraan.

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya menyaring teknologi yang kualitasnya kurang kompetitif sekaligus mendorong produsen menghadirkan sistem yang lebih andal.

Salah satu syarat baru yang paling menarik adalah kewajiban uji ketahanan yang setara penggunaan kendaraan hingga sekitar 300 ribu kilometer. Selain itu, sistem range extender juga harus mampu melewati pengujian start-stop sebanyak 100 ribu kali untuk memastikan keandalannya dalam kondisi penggunaan sehari-hari.

Aturan yang semakin ketat ini muncul di tengah lonjakan popularitas mobil EREV di China. Berbeda dengan mobil hybrid konvensional, kendaraan jenis ini digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik. Mesin bensin hanya bertugas menghasilkan listrik ketika baterai membutuhkan tambahan energi.

Teknologi tersebut dianggap mampu menjawab kekhawatiran konsumen terhadap jarak tempuh mobil listrik murni. Pengguna tetap merasakan sensasi berkendara layaknya mobil listrik, namun tidak terlalu khawatir kehabisan daya saat melakukan perjalanan jauh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Popularitas EREV di China meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Penjualannya sudah menembus lebih dari satu juta unit per tahun dan terus bertumbuh seiring hadirnya berbagai model baru dari sejumlah merek lokal.

Awalnya teknologi ini banyak digunakan pada kendaraan keluarga berukuran sedang. Namun kini EREV mulai merambah segmen premium dengan performa tinggi dan jarak tempuh yang semakin jauh.

Halaman Selanjutnya
Fenomena tersebut membuat pemerintah dan pelaku industri merasa perlu meningkatkan standar teknis agar perkembangan pasar tidak diikuti membanjirnya produk dengan kualitas yang beragam.
Halaman Selanjutnya