Menpar Sebut Bali Tetap Aman Meski Ada Peringatan Perjalanan dari Korea Selatan
Menteri Pariwisata (Menpar) RI Widiyanti Putri Wardhana merespons peringatan perjalanan (travel advisory) yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta baru-baru ini.
"Kami menyampaikan simpati atas sejumlah insiden yang terjadi di Bali yang melibatkan wisatawan mancanegara," kata Widiyanti dalam pernyatan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (9/4/2026).
Sebelumnya, Kedutaan Besar Korea Selatan untuk Indonesia mengimbau warganya lebih berhati-hati saat mengunjungi Bali pada Rabu (1/4/2026). Peringatan ini kemudian diperbarui di situs resminya pada Jumat (3/4/2026).
"Mengingat meningkatnya kejahatan kekerasan yang menargetkan warga asing, seperti pembunuhan, penyerangan seksual, dan pelecehan seksual, di destinasi wisata populer di Bali akhir-akhir ini, kami meminta warga negara Korea yang berkunjung ke Bali untuk lebih berhati-hati terkait keselamatan pribadi mereka," demikian bunyi imbauan tersebut.
Widiyanti menambahkan, insiden tersebut menjadi perhatian serius pemerintah dan aparat penegak hukum. Setiap kasus tersebut, tambah dia, ditangani secara menyeluruh sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Kami menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak mencerminkan nilai keramahan dan keamanan yang selama ini menjadi kekuatan utama pariwisata Indonesia," tegas Widiyanti.
Komitmen memperketat penjagaan di Bali
Demi menjaga keamanan daerah wisata di Bali, Tim Krisis Kementerian Pariwisata telah berkoordinasi dengan Polisi Republik Indonesia.
Pihak kepolisian berkomitmen meningkatkan sejumlah aspek keamanan, meliputi meningkatkan penilaian risiko (risk assessment) secara berkala pada hotel, tempat hiburan, dan destinasi wisata.
Serta menindak penyalahgunaan izin tinggal untuk menjaga stabilitas keamanan dan ekonomi lokal.
Titik pantau pos keamanan terpadu juga ditempatkan di area rawan tindak kriminalitas, seperti Kuta, Seminyak, dan Canggu, untuk mempercepat respons bila terjadi insiden.
Serta meminta pelaku industri pariwisata untuk meningkatkan sistem verifikasi tamu demi memastikan setiap pengelola akomodasi menjalankan prosedur pelaporan data orang asing secara tertib dan terintegrasi.
Terakhir, penjagaan keamanan di Bali juga akan diperketat dengan menertibkan penyewaan kendaraan bermotor bagi Warga Negara Asing (WNA) yang tidak memiliki izin resmi atau melakukan pelanggaran lalu lintas.
Mewujudkan Bali sebagai destinasi wisata aman
Widiyanti menambahkan, pihaknya kolaborasi dengan komunitas lokal, termasuk Banjar di Bali, juga terus diperkuat guna menciptakan sistem keamanan destinasi yang komprehensif dan berbasis masyarakat.
"Kami terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan bahwa destinasi wisata di Indonesia tetap aman dan kondusif bagi wisatawan domestik maupun mancanegara," jelas dia.
"Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk menjaga Bali sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman, dan berkelas dunia," sambungnya.
Bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, ia mengimbau wisatawan untuk tetap waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, serta menghubungi layanan darurat atau Polisi Pariwisata apabila membutuhkan bantuan.
"Indonesia akan terus menyambut wisatawan dari seluruh dunia, termasuk dari Republik Korea, untuk menikmati keindahan dan keramahtamahan pariwisata Indonesia," pungkas Widiyanti.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang