Hal yang Wajib Dilakukan Agar Tak Kena Super Flu

Ilustrasi flu berat.
Ilustrasi flu berat.

 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memastikan bahwa keberadaan influenza A(H3N2) subclade K, yang belakangan dikenal sebagai Super Flu di Indonesia masih berada dalam kondisi terkendali hingga akhir Desember 2025. Varian ini tidak menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi dibandingkan jenis influenza musiman lain yang selama ini beredar di masyarakat.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, menjelaskan bahwa lonjakan kasus influenza A(H3) memang tengah menjadi perhatian global, terutama di Amerika Serikat seiring masuknya musim dingin pada kuartal akhir 2025. Subclade K sendiri pertama kali diidentifikasi oleh CDC Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan kini telah terdeteksi di lebih dari 80 negara. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

“Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,” ujar dr. Prima, mengutip situs Kemkes, Senin 19 Januari 2026. 

Meski tergolong tidak lebih ganas, Kemenkes tetap mengingatkan pentingnya kewaspadaan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan penyakit penyerta. Edukasi publik menjadi kunci untuk mencegah penyebaran serta menekan risiko komplikasi akibat infeksi saluran pernapasan.

Upaya peningkatan kesadaran ini juga terlihat dari berbagai kegiatan edukatif yang digelar di tengah masyarakat. Salah satunya adalah seminar kesehatan bertema Super Flu yang membahas secara khusus infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza, mulai dari penyebab, gejala, hingga langkah pencegahan. Dalam diskusi tersebut, para tenaga medis menekankan pentingnya menjaga imunitas tubuh, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Selain edukasi, masyarakat juga diberikan kesempatan untuk memeriksa kondisi kesehatan dasar, seperti gula darah, kolesterol, asam urat, serta pemeriksaan darah lengkap. Langkah ini dinilai membantu deteksi dini sekaligus mendorong kesadaran akan pentingnya pencegahan penyakit sejak awal.

Andrew Susanto, Komisaris Utama Holywings Group dan Ketua Program CSR Holywings Peduli, menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya mendekatkan edukasi kesehatan kepada masyarakat luas.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan dengan meningkatkan pemahaman mengenai penyakit, khususnya yang berkaitan dengan saluran pernapasan, serta mendorong kebiasaan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah pencegahan sejak dini,” ujar Andrew Susanto.