Disebut Tembus Kekebalan, Apa Itu Super Flu yang Sudah Masuk Indonesia? Ini Penjelasan Kemenkes dan IDAI

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, Kemenkes Deteksi Influenza A H3N2 Subclade K di Indonesia, Kemenkes Pastikan Situasi Masih Terkendali, Tren Global hingga Nasional, Imbauan untuk Masyarakat
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati

Istilah super flu belakangan ramai diperbincangkan publik setelah lonjakan kasus Super Flu atau influenza A (H3N2) dilaporkan di Amerika Serikat. Penyakit yang disebut-sebut menyebabkan flu lebih berat, bertahan lama, hingga memicu kelelahan ekstrem ini memunculkan kekhawatiran global, termasuk di Indonesia.

Namun, para ahli kesehatan menegaskan bahwa super flu bukanlah istilah medis resmi. Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, menegaskan istilah tersebut lebih merupakan sebutan populer di masyarakat.

Menurut dr. Piprim dalam keterangannya perhatian terhadap virus influenza A (H3N2) meningkat karena kemampuannya menembus kekebalan tubuh yang sudah terbentuk sebelumnya, baik akibat infeksi flu di masa lalu maupun dari vaksin.

“Super flu bukan istilah yang diakui secara ilmiah di dunia medis,” ujar dr. Piprim dalam keterangannya.

Meski demikian, lonjakan kasus influenza dengan gejala berat tetap perlu diwaspadai, terlebih di tengah mobilitas masyarakat yang tinggi serta rendahnya cakupan vaksinasi influenza di sejumlah negara.

Kemenkes Deteksi Influenza A H3N2 Subclade K di Indonesia

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengonfirmasi telah mendeteksi kasus influenza A (H3N2) subclade K di Tanah Air. Varian ini kerap dijuluki sebagai super flu oleh masyarakat.

Subclade K pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan hingga kini telah dilaporkan beredar di lebih dari 80 negara.

Berdasarkan pemeriksaan whole genome sequencing yang diselesaikan pada 25 Desember 2025, subclade K diketahui sudah terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel Influenza Like Illness dan Severe Acute Respiratory Infection di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

“Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A H3N2 subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak,” ujar Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, dikutip dari situs resmi Kemenkes.

Dari total 843 spesimen positif influenza yang diperiksa, sebanyak 348 sampel menjalani pemeriksaan whole genome sequencing. Seluruh varian yang ditemukan merupakan varian yang telah dikenal dan saat ini bersirkulasi secara global dalam sistem surveilans Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Kemenkes Pastikan Situasi Masih Terkendali

Meski istilah super flu terdengar mengkhawatirkan, Kemenkes menegaskan bahwa situasi influenza A H3N2 subclade K di Indonesia masih terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan varian influenza lainnya.

“Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A H3N2 subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,” kata dr. Prima.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, juga menegaskan hal serupa. Ia menyebut vaksin influenza yang tersedia saat ini tetap efektif dalam menurunkan risiko sakit berat, rawat inap, hingga kematian akibat influenza A H3N2.

“Berdasarkan penilaian WHO dan situasi epidemiologi saat ini, subklade K tidak menunjukkan peningkatan keparahan dibandingkan dengan klade atau subklade lainnya,” tambah Widyawati dikutip Antara.

Tren Global hingga Nasional

Widyawati menjelaskan, peningkatan kasus influenza tipe A H3 di Amerika Serikat mulai terlihat sejak minggu ke-40 tahun 2025 atau sekitar Oktober, seiring masuknya musim dingin. Jumlah kasus yang dilaporkan mencapai 1.127 kasus.

Sementara di Asia, subclade K dilaporkan muncul di sejumlah negara seperti China, Korea, Jepang, Singapura, dan Thailand sejak minggu ke-30 tahun 2025, dengan varian dominan influenza A H3.

“Namun demikian, tren kasus influenza di negara-negara tersebut cenderung menurun dalam dua bulan terakhir,” katanya.

Di Indonesia sendiri, meski varian dominan masih influenza A H3, tren kasus influenza juga dilaporkan menurun dalam dua bulan terakhir.

Imbauan untuk Masyarakat

Kemenkes menegaskan akan terus memperkuat surveilans, pelaporan, serta kesiapsiagaan dalam merespons dinamika influenza. Masyarakat pun diimbau tetap waspada tanpa perlu panik.

Langkah pencegahan yang dianjurkan meliputi penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga daya tahan tubuh, serta melakukan vaksinasi influenza tahunan, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta.

Masyarakat juga disarankan tetap berada di rumah saat mengalami gejala flu, menggunakan masker, menerapkan etika batuk, memperbanyak istirahat, serta segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan apabila gejala memburuk atau tidak membaik dalam lebih dari tiga hari.