Super Flu Mudah Menyebar di Musim Hujan, Epidemiolog Ungkap Cara Mencegahnya

Kasus super flu sudah masuk ke Indonesia dan terdeteksi di beberapa wilayah.
Di Bandung, Jawa Barat, sempat dilaporkan sebanyak 10 pasien terkonfirmasi influenza A subklade H3N2 yang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Dari 10 kasus tersebut, dua pasien mengalami kondisi berat, dengan satu satu pasien meninggal dunia karena disertai penyakit penyerta atau komorbid, seperti stroke, gagal jantung, dan gangguan ginjal.
Di Yogyakarta, seorang balita juga terdeteksi terjangkit super flu, dan berhasil sembuh dan membaik sehingga dipulangkan dari rumah sakit.
Kemudian di Malang, Jawa Timur, tercatat ada 17 pasien yang terdeteksi tertular super flu.
Namun Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, mengatakan bahwa dari 17 pasien super flu yang sebelumnya menjalani rawat jalan di Puskesmas Dinoyo, semuanya tidak memerlukan perawatan lanjutan di rumah sakit.
“Semua pasien yang terdata itu hanya menjalani rawat jalan di Puskesmas Dinoyo, kondisinya terpantau dengan baik, dan sekarang sudah sehat semuanya,” kata Husnul, Senin (12/1/2026).
Super flu mudah menyebar di musim hujan
Dilansir dari , Minggu (11/1/2026), meningkatnya kasus influenza A subclade K atau yang populer disebut super flu tidak bisa dilepaskan dari faktor lingkungan, terutama musim hujan dan kebiasaan masyarakat kurang menjaga kebersihan.
Para ahli menegaskan bahwa kondisi ini membuat virus flu lebih mudah menyebar, meskipun varian tersebut tidak terbukti lebih ganas dibandingkan influenza musiman yang selama ini beredar.
Dosen Mikrobiologi FK-KMK Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D., Sp.MK (K), menjelaskan, influenza pada dasarnya adalah virus saluran pernapasan yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan.
“Pada musim hujan, orang cenderung lebih banyak berada di dalam ruangan dengan ventilasi terbatas, sehingga peluang penularan virus meningkat,” kata Tri.
Selain itu, kelembapan udara yang tinggi dan sirkulasi udara yang kurang optimal juga dapat memperpanjang keberadaan droplet pernapasan di udara, terutama di ruang tertutup yang padat.
Epedimiolog beri saran ini
Meningkatnya kasus super flu di tengah musim penghujan menjadi perhatian banyak pihak, termasuk epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman.
Ahli kesehatan lingkungan itu memberikan beberapa saran demi menjaga kesehatan anak dari influenza dan beberapa penyakit lain yang mudah menular di musim hujan.
"Pada intinya, daya tahan tubuh anak dipengaruhi interaksi antara status gizi, kualitas tidurnya, aktivitas fisik harian, paparan patogan lingkungan, dan kesehatan mental anak," paparnya kepada Kompas.com, Selasa (12/1/2026).
Karena itulah, dalam menjaga anak dari super flu, tak bisa hanya dengan memberinya vitamin atau suplemen saja.
"Diketahui, musim hujan dan banjir bisa meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan atas, influenza, diare, leptospirosis, demam berdarah dengue (DBD). Jadi pencegahan harus bersifat komprehensif, jangan cuma dengan vitamin atau suplemen," papar Dicky.
Berikut langkah yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan anak di musim penghujan:
1. Penuhi menu harian dengan protein berkualitas tinggi
Protein berkualitas tinggi membantu pembentukan antibodi atau imunoglobulin.
Makanan berprotein tinggi adalah telur, daging ayam, tahu, ikan, dan tempe.
2. Penuhi gizi anak dengan vitamin dan mineral kunci
Selain protein, anak juga harus diberi asupan vitamin dan mineral kunci. Vitamin C bisa didapatkan dari jeruk, jambu, kiwi, dan buah-buahan citrus lain. Sedangkan vitamin A bisa didapatkan dari wortel dan bayam.
"Vitamin A ini sangat penting, karena menjaga mukosa saluran pernapasan," ujar Dicky.
Menurut Dicky, orang dengan gejala flu, sangat dianjurkan makan makanan yang banyak mengandung vitamin A agar saluran pernapasan terjaga.
Selain itu, anak juga harus dipenuhi kebutuhan zinc-nya, bisa dari ikan, daging, dan kacang-kacangan.
Diketahui, zinc dapat meningkatkan respons imunitas.
"Kemudian, jaga juga asupan vitamin D, bisa dari telur dan ikan, dan berjemur di sinar Matahari antara pukul setengah 7 pagi sampe 9 pagi," lanjut Dicky.
3. Jaga asupan cairan anak
Ilustrasi anak minum air putih. Jaga asupan cairan pada anak agar tubuhnya bisa optimal membuang virus yang masuk.
Biasanya, anak akan kurang minum saat musim hujan tiba dan suhu turun. Nah, ini yang berisiko. Saat cairan anak kurang, maka bisa meningkatkan risiko infeksi virus."Karena virus biasanya dibuang melalui urine. Kalau cairan di dalam tubuh anak kurang, maka pembuangan virus kurang optimal," paparnya.
4. Aktivitas fisik harian teratur
Di dinginnya musim hujan, jangan biarkan anak jadi kurang aktivitas fisik.
Aktivitas fisik 30 -60 menit dalam sehari sangat bisa meningkatkan sirkulasi sel imun, menurunkan stres, dan meningkatkan kualitas tidur.
5. Jaga kebersihan
Meski mandi hujan menyenangkan, namun jangan biarkan anak bermain air kotor, seperti banjir, yang di dalamnya mengandung virus, bakteri, kuman, dan paparan logam berat.
Sehabis kehujanan atau terkena air banjir, segera mandikan anak dengan air hangat.
Pakai masker jika berada di luar rumah, atau jika ada orang sekitar yang tengah sakit flu.
6. Jaga kualitas tidur anak
Untuk anak sekolah, pastikan ia mendapatkan waktu tidur malam kurang lebih 8 jam dalam sehari.
Jangan biarkan anak tidur terlalu larut, karena bisa menurunkan produksi sitokin imun.
"Kurang tidur meningkatkan risiko influenza dan infeksi saluran pernapasan apas," kata Dicky.
7. Jaga kesehatan mental anak
Kemudian, jaga kesehatan mental anak. Karena stres sangat bisa menurunkan respons imunitas tubuh.
Di musim hujan, anak-anak cenderung tidak bisa keluar rumah karena cuaca. Ajak anak bermain di dalam rumah agar tidak bosan dan emosi tetap stabil.
Terakhir, jika anak demam, mengalami batuk berat, napas cepat, lemas, diare, muntah, atau ada luka kulit, segera bawa ke dokter.
"Di musim hujan, dengan wabah influenza, tidak cukup hanya memberi vitamin saja. Anak juga perlu nutrisi seimbang, aktivitas fisik teratur, kualitas tidur terjaga, dan kesehatan mental yang bagus," pungkas Dicky.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang