Kebakaran Panti Wreda Damai di Manado Telan Korban 16 Lansia Meninggal Dunia

Polda Sulut, kebakaran Panti Wreda, Kebakaran Panti Wreda Damai di Manado Telan Korban 16 Lansia Meninggal Dunia, Bagaimana proses identifikasi korban dilakukan?, Kapan dan bagaimana kebakaran Panti Werda Damai terjadi?, Apa langkah kepolisian saat menerima laporan kebakaran?, Berapa jumlah korban dalam peristiwa ini?

 Rumah Sakit Bhayangkara Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) masih melakukan proses identifikasi terhadap 16 korban meninggal dunia akibat kebakaran Panti Wreda Damai di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado.

Proses identifikasi ini menjadi tahapan penting sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Alamsyah P Hasibuan, mengatakan bahwa seluruh korban meninggal saat ini berada di RS Bhayangkara Manado untuk keperluan identifikasi lanjutan.

"Saat ini tim sedang melakukan proses identifikasi seluruh korban meninggal dunia di RS Bhayangkara Polda Sulut hingga diketahui identitas lengkap dan dilakukan koordinasi dengan pihak keluarga," kata Alamsyah di Manado, Senin (29/12/2025) dikutip dari Antara.

Ia juga mengimbau keluarga korban agar segera menghubungi Posko DVI Ante Mortem yang telah dibuka di RS Bhayangkara Manado guna membantu kelancaran proses identifikasi.

Bagaimana proses identifikasi korban dilakukan?

Proses identifikasi korban kebakaran Panti Wreda Damai dilakukan secara terpadu oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidokkes Polda Sulut bersama Tim Polresta Manado.

Identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data ante mortem yang diberikan keluarga dengan data post mortem korban.

Langkah ini dinilai penting mengingat sebagian korban merupakan lanjut usia yang berada di panti wreda, sehingga diperlukan ketelitian untuk memastikan identitas masing-masing korban.

Polisi juga memastikan proses ini dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur yang berlaku.

Kapan dan bagaimana kebakaran Panti Werda Damai terjadi?

Menurut Alamsyah, kebakaran Panti Wreda Damai terjadi pada Minggu (28/12/2025) sekitar pukul 20.36 Wita. Api dengan cepat membesar dan melalap bangunan panti yang dihuni para lansia.

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Manado mengerahkan sejumlah unit mobil pemadam untuk menjinakkan api.

Sebanyak tiga unit kendaraan pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Manado berhasil memadamkan api sekitar pukul 21.30 Wita.

Dalam perkembangan lain, Damkar Manado juga menyebutkan total enam unit mobil pemadam dikerahkan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak menyebar ke area sekitar.

Apa langkah kepolisian saat menerima laporan kebakaran?

Mendapat laporan adanya kebakaran, aparat kepolisian langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian.

Personel Polsek Tikala bersama Satuan Samapta Polresta Manado segera mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan pengamanan.

"Personel Polsek Tikala bersama Satuan Samapta Polresta Manado segera mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pengamanan Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mencegah gangguan keamanan," ujar Alamsyah.

Selain pengamanan lokasi, polisi bersama warga dan instansi terkait turut membantu proses evakuasi korban.

Korban selamat dievakuasi ke RSUD Kota Manado dan RS Permata Bunda, sementara jenazah korban meninggal dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sulut.

Berapa jumlah korban dalam peristiwa ini?

Berdasarkan data sementara, kebakaran tersebut mengakibatkan 19 orang lansia menjadi korban.

Dari jumlah tersebut, 16 orang dinyatakan meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan berbeda.

Seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis dan proses identifikasi lebih lanjut.

Hingga kini, tidak ada laporan korban tambahan, namun pihak berwenang masih terus memastikan kondisi di lokasi kejadian.

Selain proses identifikasi korban, kepolisian juga melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran.

Tim Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Sulut melakukan olah TKP dan mengumpulkan bahan keterangan.

"Bidlabfor Polda Sulut juga melakukan olah TKP dan pengumpulan bahan keterangan melalui permintaan keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian guna mengetahui kronologis dan dugaan awal penyebab kebakaran," kata Alamsyah.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang