Pecahan Kapal Ditemukan, Tapi Satu Keluarga WNA Spanyol Tenggelam di Labuan Bajo Masih Hilang
Operasi pencarian hari kedua terhadap empat Warga Negara Asing (WNA) asal Spanyol korban tenggelamnya Kapal Wisata Putri Sakinah di Perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, menunjukkan kemajuan.
Tim SAR Gabungan berhasil menemukan barang-barang dan pecahan badan kapal yang diduga berasal dari KM Putri Sakinah.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere, sekaligus Search and Rescue Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, menjelaskan, pencarian hari kedua dilakukan dengan mengerahkan berbagai kapal, seperti Kapal RIB Pos SAR Manggarai Barat, Sea Rider KSOP Labuan Bajo, RIB Lanal Maumere, RIB Ditpolair Polda NTT, dan Kapal KPC Ditpolair Polda NTT.
"Hasil penyisiran di sekitar lokasi kejadian sejak pagi hingga pukul 18.00 WITA, Tim SAR menemukan tabung gas milik KM Putri Sakinah pada pukul 09.45 WITA, serpihan puing kapal pada pukul 09.57 WITA, dan body kamar Nahkoda pada pukul 12.35 WITA. Seluruh temuan tersebut berada dalam radius 5 mil laut dari lokasi kejadian," ujar Fatur Rahman, Sabtu, 27 Desember 2025.
"Meskipun pencarian dihadapkan dengan tantangan seperti gelombang tinggi (0,25-1,5 meter), arus yang cukup kuat, dan hujan lebat, semangat Tim SAR Gabungan tidak pernah padam. Pencarian terhadap empat WNA Spanyol akan dilanjutkan pada hari ketiga," kata dia.
Selain menemukan pecahan kapal, Tim SAR juga melakukan verifikasi ulang data manifest KM Putri Sakinah. Terdapat perbaikan dalam data empat korban yang belum ditemukan. Awalnya disebut sebagai suami-istri dan dua orang anak, data direvisi menjadi ayah dan tiga anaknya. Sementara itu, istri korban dan satu anak perempuan selamat dalam peristiwa tersebut.
KM Putri Sakinah diketahui mengangkut 11 penumpang, terdiri dari enam wisatawan asing asal Spanyol, empat kru kapal, dan satu pemandu wisata. Kapal itu sebelumnya melakukan perjalanan wisata ke Pulau Kalong di Taman Nasional Komodo sebelum menuju Pulau Padar untuk trekking pada Sabtu pagi.
Namun nahas, saat memasuki Selat Padar, mesin kapal mengalami kerusakan yang mengakibatkan kapal tenggelam pada Jumat malam, 26 Desember 2025, pukul 20.30 WITA.
Tim SAR Gabungan yang menerima laporan segera meluncur ke lokasi kejadian. Mereka berhasil mengevakuasi tujuh korban selamat, terdiri dari dua WNA Spanyol, empat kru kapal, dan satu pemandu wisata. Namun, satu keluarga Spanyol yang terdiri dari ayah Martin Carreras Fernando dan tiga orang anaknya yaitu Martines Ortuno Maria Lia, Martin Garcia Mateo, dan Martinez Ortuno Enriquejavier, masih hilang hingga saat ini.
"Empat WNA asal Spanyol yang merupakan satu keluarga terdiri dari suami, istri, dan dua orang anak (laki-laki dan perempuan) masih dalam pencarian," ujar Fathur Rahman, Kepala Kantor SAR Maumere.
Laporan: Jo Kenaru/NTT